Showing posts with label Seputar Kota. Show all posts
Proses Pembuatan e-KTP
Proses pembuatan e- KTP (Secara Umum)
> Ambil nomor antrean
> Tunggu pemanggilan nomor antrean
> Menuju ke loket yang ditentukan
> Entry data dan foto
> Pembuatan KTP selesai
- Penduduk datang ke tempat pelayanan membawa surat panggilan
- Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database
- Foto (digital)
- Tandatangan (pada alat perekam tandatangan)
- Perekaman sidik jari (pada alat perekam sidik jari) & scan retina mata
- Petugas membubuhkan TTD dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai tandabukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto tandatangan sidikjari.
- Penduduk dipersilahkan pulang untuk menunggu hasil PROSES PENCETAKAN 2 MINGGU setelah Pembuatan.
Syarat pengurusan KTP
> Berusia 17 tahun
> Menunjukkan surat pengantar dari keuchik
> Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh keuchik
> Foto copy Kartu Keluarga (KK)
> Menunjukkan surat pengantar dari keuchik
> Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh keuchik
> Foto copy Kartu Keluarga (KK)
Master of the World : Black Nobilit
The “Black Nobility” adalah keluarga oligarki Venice dan Genoa, Italia, yang pada abad ke-12 mempunyai hak-hak kehormatan perdagangan (monopoli). Perang salib yang pertama dari tiga perang, dari 1063 sampai 1123, membangun kekuatan Venetian Black Nobility dan mengukuhkan kekuasaan kelas kaya yang berkuasa. Aristokrasi the Black Nobility mendapatkan kekuasaan penuh atas Venice pada tahun 1171, ketika penunjukan the Doge diubah menjadi apa yang dulu diketahui sebagai the Great Council, yang terdiri dari anggota-anggota aristokrasi komersial. (diantara mereka keluarga de’Medici). Venice telah ada ditangan mereka setelah itu, tetapi kekuasaan dan pengaruh Venetian Black Nobility meluas jauh keluar batasnya, dan sekarang dapat dirasakan disetiap penjuru dunia. (jangan lupa, sistem perbankan modern kita berasal dari Italia.)
Pada tahun 1204 keluarga oligarki membagi kedalam beberapa bagian teritori negara feodal kepada anggota keluarganya, dan dari era ini ada pembangunan kekuasaan dan tekanan yang besar sampai pemerintah menjadi korporasi tertutup (bukankah kita tahu ini dari suatu tempat?) kepemimpinan keluarga Black Nobility. Lebih lanjut dapat ditemukan dalam tulisan Dr. John Coleman, Black Nobility Unmasked World-wide, 1985; Conspirators’ Hierarchy: The Story of the Commitee of 300, 1992. Pertanyaan: Cerita Christopher Columbus adalah buatan. Bagaimana dengan cerita Marco Polo?
The Black Nobility mendapatkan gelarnya tersebut melalu trik-trik kotor, jadi ketika penduduk memberontak melawan monopoli dalam pemerintah, seperti di tempat lain, para pemimpin pemberontakan dengan cepat ditangkap dan digantung. The Black Nobility menggunakan pembunuhan, pemerasan, pembangkrutan penduduk yang melawan, penculikan, pemerkosaan dan lain-lain…karena ini lah namanya. Siapakah keluarga-keluarga ini sekarang? Yang paling terkenal adalah:
Semua keluarga yang tercantum tersambung dengan the House of Guelph, salah satu keluarga Black Nobility Venice asli, yang mana the House of Windsor dan Ratu Inggris sekarang, Elizabeth II, merupakan keturunannya. The Guelph terikat satu sama lain dengan aristokrasi Jerman melalui House of Hanover yang mana membutuhkan beberapa halaman untuk menyebut semua koneksinya. Hampir semua royal house Eropa berasal dari House of Hanover dan dari house of Guelph – the Black Nobility.
Sebagai contoh: Hanoverian British King George I datang dari the Duchy of Luneburgm bagian dari Jerman bagian utara, yang telah diperintah oleh keluarga Guelph sejak abad ke-12. Sekarang the Guelphs (the Windsors) berkuasa dengan mendominasi pasar bahan mentah, dan selama bertahun-tahun telah menentukan harga emas (sebuah komoditas yang mereka tidak hasilkan dan tidak punyai). The House of Windsor juga mengontrol harga tembaga, zinc dan timah. Bukan kebetulan di mana nilai tukar komoditas terdapat di London, Inggris. Perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh keluarga-keluarga Black Nobility adalah British Petroleum, Oppenheimer, Lonrho, Philbro dan banyak lagi.
Keluarga Black Nobility yang lain adalah the Grosvenors di Inggris. Selama berabad-abad keluarga ini hidup, seperti kebanyakan keluarga Eropa, dengan sewa tanah. Sekarang keluarga tersebut mempunyai 300 hektar tanah di pusat kota London. Tanah tersebut tidak pernah dijual, tetapi dikontrakkan dengan perjanjian kontrak 39 tahun – sewa tanah pada masa pertengahan. Grosvernor Square, yang mana kedutaan besar Amerika berada, dipunyai oleh keluarga Grosvernor, sama seperti Eaton Square. Di Eaton Square apartments disewakan dengan harga 25000 sampai 75000 pounds per bulan (dan itu tidak termasuk biaya pemeliharaan). Ini sebagai gambaran betapa kayanya mereka dari apa yang mereka dapatkan dari sewa tanah, dan kenapa keluarga-keluarga ini seperti the
Windsors sama sekali tidak tertarik dengan kemajuan industri yang memanfaatkan kelebihan penduduk. Ini adalah alasan utama kenapa keluarga-keluarga ‘noble’ ini kebanyakan, tidak semua, mengepalai secara salah gerakan-gerakan pro-lingkungan dunia yang utamanya dan secara diam-diam (tentunya) bertujuan untuk membendung pertumbuhan penduduk. Pangeran Philip dan Pangeran Charles adalah simbol yang paling dapat dilihat dari gerakan ini, dan keduanya telah sering berkata dengan gamblang tentang perlunya membersihkan dunia dari orang-orang yang tidak diinginkan.
The Black Nobility adalah pendiri dari secret society sekarang di mana semua yang lain yang terhubung dengan Illuminati berasal dari – the Commitee of 300. The Club of Rome, the C.F.R, the R.I.I.A., the Bilderbergers, the Round Table…semua berasal dari the Committee of 300 dan dari keluarga-keluarga Black Nobility Eropa.
Yang bekerja sama dengan Black Nobility Eropa adalah keluarga-keluarga Amerika seperti the Harrimans dan the McGeorge Bundys. The House of Hanover terlihat orang Jerman, tetapi ia adalah Yahudi. Sama juga dengan the House of Habsburg. Jadi sebenarnya bukan orang Jerman yang mengambil tahta Inggris
sumber
Pada tahun 1204 keluarga oligarki membagi kedalam beberapa bagian teritori negara feodal kepada anggota keluarganya, dan dari era ini ada pembangunan kekuasaan dan tekanan yang besar sampai pemerintah menjadi korporasi tertutup (bukankah kita tahu ini dari suatu tempat?) kepemimpinan keluarga Black Nobility. Lebih lanjut dapat ditemukan dalam tulisan Dr. John Coleman, Black Nobility Unmasked World-wide, 1985; Conspirators’ Hierarchy: The Story of the Commitee of 300, 1992. Pertanyaan: Cerita Christopher Columbus adalah buatan. Bagaimana dengan cerita Marco Polo?
The Black Nobility mendapatkan gelarnya tersebut melalu trik-trik kotor, jadi ketika penduduk memberontak melawan monopoli dalam pemerintah, seperti di tempat lain, para pemimpin pemberontakan dengan cepat ditangkap dan digantung. The Black Nobility menggunakan pembunuhan, pemerasan, pembangkrutan penduduk yang melawan, penculikan, pemerkosaan dan lain-lain…karena ini lah namanya. Siapakah keluarga-keluarga ini sekarang? Yang paling terkenal adalah:
- House of Bernadotte, Swedia
- House of Bourbon, Perancis
- House of Braganza, Portugal
- House of Grimaldi, Monaco
- House of Guelph, Britania (yang paling penting)
- House of Habsburg, Austria
- House of Hanover, Jerman (yang paling penting kedua)
- House of Karadjordjevic, Yugoslavia (sebelumnya penting)
- House of Liechtenstein, Liechtenstein
- House of Nassau, Luxembourg
- House of Oldenburg, Denmark
- House of Orange, Belanda
- House of Savoy, Italia
- House of wettin, Belgia
- House of Wittlesbach, Jerman
- House of Wurttemberg, Jerman
- House of Zogu, Albania
- Semua keluarga yang dapat dilihat pada silsilah keluarga Windsor
Sebagai contoh: Hanoverian British King George I datang dari the Duchy of Luneburgm bagian dari Jerman bagian utara, yang telah diperintah oleh keluarga Guelph sejak abad ke-12. Sekarang the Guelphs (the Windsors) berkuasa dengan mendominasi pasar bahan mentah, dan selama bertahun-tahun telah menentukan harga emas (sebuah komoditas yang mereka tidak hasilkan dan tidak punyai). The House of Windsor juga mengontrol harga tembaga, zinc dan timah. Bukan kebetulan di mana nilai tukar komoditas terdapat di London, Inggris. Perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh keluarga-keluarga Black Nobility adalah British Petroleum, Oppenheimer, Lonrho, Philbro dan banyak lagi.
Keluarga Black Nobility yang lain adalah the Grosvenors di Inggris. Selama berabad-abad keluarga ini hidup, seperti kebanyakan keluarga Eropa, dengan sewa tanah. Sekarang keluarga tersebut mempunyai 300 hektar tanah di pusat kota London. Tanah tersebut tidak pernah dijual, tetapi dikontrakkan dengan perjanjian kontrak 39 tahun – sewa tanah pada masa pertengahan. Grosvernor Square, yang mana kedutaan besar Amerika berada, dipunyai oleh keluarga Grosvernor, sama seperti Eaton Square. Di Eaton Square apartments disewakan dengan harga 25000 sampai 75000 pounds per bulan (dan itu tidak termasuk biaya pemeliharaan). Ini sebagai gambaran betapa kayanya mereka dari apa yang mereka dapatkan dari sewa tanah, dan kenapa keluarga-keluarga ini seperti the
The Black Nobility adalah pendiri dari secret society sekarang di mana semua yang lain yang terhubung dengan Illuminati berasal dari – the Commitee of 300. The Club of Rome, the C.F.R, the R.I.I.A., the Bilderbergers, the Round Table…semua berasal dari the Committee of 300 dan dari keluarga-keluarga Black Nobility Eropa.
Yang bekerja sama dengan Black Nobility Eropa adalah keluarga-keluarga Amerika seperti the Harrimans dan the McGeorge Bundys. The House of Hanover terlihat orang Jerman, tetapi ia adalah Yahudi. Sama juga dengan the House of Habsburg. Jadi sebenarnya bukan orang Jerman yang mengambil tahta Inggris
sumber
"Daddy" Khadafy di Mata Perawat Pribadinya
![]() |
| Oksana Balinskaya, salah seorang perawat pribadi Moammar Khadafy. |
Sementara Khadafy, yang gambar-gambarnya ia saksikan di televisi itu, telah tumbang. Ia kini seorang pemimpin dalam pelarian. Khadafy dikenal sebagai pemimpin kejam dari sebuah negara paria, seorang tukang jagal, seorang pria yang mengalami delusi, yang bercerai dari kenyataan.
Namun Balinskaya, 25 tahun, yang hampir dua tahun bekerja sebagai salah satu dari lima perawat asal Ukraina untuk Khadafy, selalu melihat sosok Khadafy dalam terang yang berbeda. Perempuan itu dulu memeriksa tekanan darah Khadafy, memonitor jantungnya, menusuk Khadafy dengan jarum untuk mengambil darahnya, memberinya vitamin dan pil untuk menyembuhkan penyakitnya, meskipun Khadafy tampaknya tidak memiliki banyak penyakit. Khadafy seorang pria sehat.
Ketika itu Balinskaya bahkan punya panggilan khusus untuk Khadafy, yaitu "Daddy". Semua perawat Ukraina memanggil dia begitu. Itu merupakan nama panggilan yang digunakan ketika berbicara tentang Khadafy di antara mereka sendiri, tanpa menarik perhatian. "Daddy beri kami pekerjaan, uang dan kehidupan yang baik," katanya seperti dikutip CNN, Minggu (4/9/2011).
Sekarang, jauh dari padang pasir Libya, Balinskaya duduk di meja dapur bersama suaminya yang asal Serbia, menatap televisi yang ditempatkan di atas kulkas. Gambar-bambar para pemberontak Libya berkelebat dalam siaran televisi itu. Perempuan itu akan merasa kasihan jika Khadafy sampai terbunuh atau tertangkap.
"Khadafy cukup perhatian pada kami," katanya. "Dia bertanya kepada kami apakah kami bahagia dan apakah kami punya segala sesuatu yang kami butuhkan."
Setiap September, pada peringatan Khadafy meraih kekuasaan, ia memberikan souvenir bagi para perawat Ukraina itu dan anggota lain di lingkaran dalam kekuasaannya. Balinskaya menerima sebuah medali dan jam tangan yang berukir foto Khadafy.
Balinskaya dulu bergantian dengan para perawat lain mengawal Khadafy dalam perjalanan ke luar negeri. Keberadaan mereka di sekitar Khadafy kadang-kadang memicu desas-desus di media tentang harem Khadafy. Namun semua yang dikatakan tentang Khadafy tampaknya bertentangan dengan apa yang Balinskaya tahu tentang pria itu, termasuk tuduhan oleh pengasuh anak keluarga Khadafy dan para staf rumah tangga bahwa mereka disiksa dan dilecehkan.
Khadafy, kata Balinskaya, selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Tugasnya berakhir karena perang saudara pecah di Libya. Ia pun menyayangkan apa yang terjadi pada bangsa itu. "Jika bukan Khadafy, siapa lagi yang akan membangun negara itu?" katanya. "Dialah yang membangun Libya. Dia yang memindahkan rakyat Libya dari punggung unta ke dalam mobil."
Tak ada lipstik
Ketika Khadafy mengunjungi Ukraina pada Oktober 2009, Balinskaya sudah lulus dari sekolah perawat di Kiev dan telah bekerja di tempat asalnya di Mogilnoye selama tiga tahun. Namun hidup tidak mudah di Ukraina. Dia hanya mendapat 125 dollar AS (atau sejuta rupiah) sebulan. Perempuan itu tahu tentang peluang di Libya dan telah mengajukan aplikasi untuk bekerja di sana. Itu merupakan kesempatan untuk mengubah nasib. Gaji lebih tinggi di Libya dan dia akan menerima fasilitas rumah dan fasilitas lainnya.
Dia telah menunggu jawaban atas lamarannya sekitar sebulan ketika Khadafy tiba untuk kunjungan kenegaraannya ke Ukraina. Sebuah pertemuan diatur bagi Khadafy untuk berjumpa dengan enam calon perawat pribadinya. Balinskaya salah satu dari mereka. Dia hanya tahu sedikit tentang Khadafy dan merasa gugup pada pertemuan pertama mereka. Tiga dari enam perawat itu sudah bekerja di Libya dan tahu bahasa Arab. Balinskaya berpikir, dirinya tidak punya kesempatan.
Khadafy menyapa mereka tapi Balinskaya mengatakan tidak ada yang istimewa dalam proses seleksi itu. "Saya tidak tahu bagaimana ia membuat pilihan, mungkin dia psikolog yang baik," katanya. Balinskaya belakangan tahu bahwa Khadafy dapat memahami orang-orang dari jabatan tangan pertama, dari tatapan mata mereka.
Tak lama kemudian, Balinskaya berada dalam perjalanan ke Tripoli. Tugasnya semata-mata untuk mengobati Khadafy dan keluarga besarnya. Aturannya yang ketat; para perawat Ukraina yang cantik-cantik itu tidak boleh memakai riasan mencolok atau mengenakan pakaian terbuka.
"Penampilan kami sangat sederhana sehingga tidak menarik perhatian siapa pun," katanya. "Kami tidak pernah mengenakan lipstik ketika pergi ke rumahnya."
Balinskaya selalu dikelilingi orang-orang lain -istri Khadafy, anak-anak, cucu, para pejabat lingkaran dalam kekuasaannya. "Tak seorang pun dari kami yang pernah hanya berduaan dengan dia," katanya. "Bahkan tidak ada satu kamar di rumahnya di mana kami mungkin bisa ditinggal berduaan dengan dia."
Maka, dia terkejut dengan gosip bahwa Khadafy punya hubungan seksual dengan para perawat luar negerinya. Perawat kawakan Ukraina, Galina Kolonitskaya, 38 tahun, yang telah bekerja dengan Khadafy selama hampir satu dekade, digambarkan dalam kawat-kawat diplomatik AS yang diposting WikiLeaks sebagai "si pirang yang menggairahkan" yang "tahu rutinitas Khadafy." Dalam kawat-kawat itu dikatakan bahwa diktator Libya tersebut sangat bergantung pada Kolonitskaya.
"Galina perawat yang sama seperti kami semua," kata Balinskaya. "Dia tentu saja seorang wanita yang sangat menarik dan sangat baik hati. Dia banyak membantu saya. Saya tidak tahu siapa yang menciptakan citra tentang kami para perawat, serta tentang pengawal wanitanya," katanya. "Bagaimana bisa orang yang berpikiran waras menganggap bahwa kami bisa punya hubungan intim dengan Khadafy?"
Berharap kembali ke Libya
Balinskaya dan Kolonitskaya meninggalkan Libya pada Februari lalu ketika pemberontakan terhadap Khadafy bermula. Namun bukan hanya ancaman perang itu yang mendorong Balinskaya untuk pulang. Dia sedang hamil ketika itu dan perutnya mulai kelihatan membesar. Dia lalu kembali ke tempat asalnya di Mogilnoye, sebuah desa di selatan Kiev. Suaminya, Dejan, 38 tahun, seorang pengusaha Serbia, bergabung dengan dia di sana. Bulan lalu, ketika rezim Khadafy limbung, Balinskaya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Para wartawan yang ingin mendengar kisah-kisah Kolonitskaya tentang Khadafy, berbaris di pintu apartemennya. Namun perawat itu menghindari publisitas. "Semua gosip tentang Kolonitskaya tidak benar," kata Balinskaya. "Dia benar-benar muak. Terlalu banyak perhatian padanya dan semua tanpa alasan."
Para perawat, kata Balinskaya, tidak punya hubungan pribadi dengan Khadafy. "Saya hanya bisa mengatakan hal-hal yang baik tentang dia," katanya, sambil berpikir tentang kehidupan yang nyaman dia di Libya dan bermimpi bagaimana hal itu terjadi lagi. "Saya sangat berharap, kami bisa kembali ke Libya," katanya, sambil membolak-balik album berisi foto-foto dirinya di Libya.
Hanya saja, sekarang Libya sudah berbeda. Libya tanpa Khadafy. Tanpa "Daddy".
Sumber:
Lapan: Teleskop Tak Mampu Lihat Hilal Rendah
Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan, sampai saat ini di dunia tidak ada teleskop yang mampu melihat hilal dengan ketinggian di bawah 4 derajat.
"Problemnya dengan teleskop secanggih apa pun, baik cahaya hilal dan cahaya senja di ufuk sama-sama diperkuat, sehingga hilal di ketinggian rendah tetap sulit terlihat," kata Thomas Djamaluddin di Jakarta, Minggu (28/8/2011).
Ia menanggapi tentang adanya perbedaan pendapat dalam menentukan penanggalan Hijriah seperti penentuan 1 Syawal, 1 Ramadhan, dan lainnya, yakni kriteria wujudul hilal yang menekankan hanya pada hisab dan kriteria Imkan Rukyat yang mengharuskan visibilitas hilal di samping hisab.
"Ketinggian hilal sangat rendah pada 29 Ramadhan (29 Agustus), yakni di bawah dua derajat, maka kemungkinan besar rukyat itu akan gagal melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri seharusnya jatuh pada 31 Agustus," kata Djamal.
Pakar antariksa yang juga anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR) itu menegaskan, cahaya hilal dan cahaya senja berasal dari matahari, jadi panjang gelombangnya sama dan tidak bisa difilter.
Tidak ada teknologi yang mampu melihat hilal (bulan sabit) di bawah 4 derajat, dan secara teori pun tidak ada teknologi yang bisa mengatur tingkat kekontrasan agar hilal bisa lebih tampak dibanding cahaya senja, kecuali ada teknologi yang bisa mematahkan teori tersebut.
"Kriteria hisab yang saat ini digunakan oleh Muhammadiyah seharusnya diperbaiki, kriteria tersebut terlalu sederhana," katanya, sambil menekankan pentingnya penyatuan kriteria penentuan tanggal Hijriah.
Agar bisa merukyat bulan, ujarnya, jarak bulan dan matahari minimal 6,4 derajat dan beda antara tinggi bulan dan matahari dari ufuk minimal 4 derajat. Jadi, hilal baru bisa teramati jika melebihi kriteria itu.
sumber
"Problemnya dengan teleskop secanggih apa pun, baik cahaya hilal dan cahaya senja di ufuk sama-sama diperkuat, sehingga hilal di ketinggian rendah tetap sulit terlihat," kata Thomas Djamaluddin di Jakarta, Minggu (28/8/2011).
Ia menanggapi tentang adanya perbedaan pendapat dalam menentukan penanggalan Hijriah seperti penentuan 1 Syawal, 1 Ramadhan, dan lainnya, yakni kriteria wujudul hilal yang menekankan hanya pada hisab dan kriteria Imkan Rukyat yang mengharuskan visibilitas hilal di samping hisab.
"Ketinggian hilal sangat rendah pada 29 Ramadhan (29 Agustus), yakni di bawah dua derajat, maka kemungkinan besar rukyat itu akan gagal melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri seharusnya jatuh pada 31 Agustus," kata Djamal.
Pakar antariksa yang juga anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR) itu menegaskan, cahaya hilal dan cahaya senja berasal dari matahari, jadi panjang gelombangnya sama dan tidak bisa difilter.
Tidak ada teknologi yang mampu melihat hilal (bulan sabit) di bawah 4 derajat, dan secara teori pun tidak ada teknologi yang bisa mengatur tingkat kekontrasan agar hilal bisa lebih tampak dibanding cahaya senja, kecuali ada teknologi yang bisa mematahkan teori tersebut.
"Kriteria hisab yang saat ini digunakan oleh Muhammadiyah seharusnya diperbaiki, kriteria tersebut terlalu sederhana," katanya, sambil menekankan pentingnya penyatuan kriteria penentuan tanggal Hijriah.
Agar bisa merukyat bulan, ujarnya, jarak bulan dan matahari minimal 6,4 derajat dan beda antara tinggi bulan dan matahari dari ufuk minimal 4 derajat. Jadi, hilal baru bisa teramati jika melebihi kriteria itu.
sumber
Pemprov Jatim Siapkan 131 Bus Gratis
![]() |
| ilustrasi |
"Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 kemarin di kantor dinas perhubungan dan LLAJ Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Warga yang ikut bisa mendaftar dengan membawa fotokopi KTP dan KSK," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi, Selasa (2/8/2011).
Pemberangkatan mudik gratis dilaksanakan dua kali, yakni pada 27 dan 28 Agustus nanti. Secara simbolis, pemberangkatan akan dilakukan oleh Gubernur Jatim Soekarwo.
Mudik gratis ini, menurut Wahid, adalah program yang digelar sebagai upaya mengurangi volume kendaraan saat Lebaran serta mengurangi angka kecelakaan saat Lebaran, khususnya bagi kendaraan roda dua. "Mudik gratis ini khusus kami sediakan bagi warga yang kurang mampu, seperti buruh pabrik, pedagang kaki lima, dan pelajar," ujarnya.
Selain menyediakan angkutan bus gratis, Pemprov Jatim juga menyediakan angkutan laut gratis dengan jalur Surabaya-Masalembo dan Tanjungwangi-Sapeken. Angkutan laut gratis ini menyediakan 3.000 tempat duduk, sementara pendaftarannya dibuka pada 5 Agustus mendatang.
Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mencapai lebih dari 5,7 juta orang. Jumlah itu mengalami kenaikan 6,17 persen dari tahun kemarin.
Membangun Generasi Tangguh
| |
MoU Keamanan Perbatasan Ditandatangani
SURABAYA, KOMPAS.com — Lima kabupaten di wilayah perbatasan Jawa Timur akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan kabupaten perbatasan di Jawa Tengah. MoU itu untuk memerinci pelaksanaan teknis di lapangan terkait penegakan peraturan daerah (perda) di wilayah perbatasan antarprovinsi.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Asyhar, mengatakan, lima kabupaten yang akan menandatangan MOU untuk pengamanan wilayah perbatasan adalah Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Magetan, dan Pacitan.
"Bojonegoro MoU dengan Rembang, Bojonegoro dengan Blora, Ngawi dengan Sragen, Magetan dengan Karang Anyar, dan Pacitan MoU dengan Wonogiri," ujar Asyhar ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/7/2011).
Menurut Asyhar, MoU itu merupakan tindaklanjut dari MoU yang diteken Kepala Satpol PP Jawa Timur Dwi Sisparyanto dengan Kepala Satpol PP Jawa Tengah M Arief Irwanto pada 16 Juni lalu di Yogyakarta.
Untuk memastikan pengamanan apa saja yang akan digarap bersama, selama dua hari mulai Minggu (24/7/2011) malam hingga Senin (25/7/2011) sore, Kepala Satpol PP dan Kepala Bagian Kerja Sama se-Jawa Timur, Kepala Satpol PP Kabupaten di Jawa Tengah yang wilayahnya berbatasan dengan Jawa Timur berkumpul di Hotel Utami, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, untuk membahas masalah tersebut. "Jadi, semua kisi-kisi teknisnya akan dibahas semua di Utami," jelasnya.
Kepala Bidang Program Kantor Satpol PP Jawa Timur, Sunarto, menambahkan, penegakan perda bersama-sama sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut dituangkan dalam sepuluh perjanjian.
Isi perjanjian itu di antaranya penegakan perda terkait peredaran minuman keras, pengemis gelandangan dan orang terlantar, tertib administrasi kependudukan, penambangan bahan galian golongan C, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pembuangan limbah, penanganan pengaduan, pertukaran informasi pemulangan ke daerah asal, dan patroli terpadu.(Mujib Anwar)
"Bojonegoro MoU dengan Rembang, Bojonegoro dengan Blora, Ngawi dengan Sragen, Magetan dengan Karang Anyar, dan Pacitan MoU dengan Wonogiri," ujar Asyhar ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/7/2011).
Menurut Asyhar, MoU itu merupakan tindaklanjut dari MoU yang diteken Kepala Satpol PP Jawa Timur Dwi Sisparyanto dengan Kepala Satpol PP Jawa Tengah M Arief Irwanto pada 16 Juni lalu di Yogyakarta.
Untuk memastikan pengamanan apa saja yang akan digarap bersama, selama dua hari mulai Minggu (24/7/2011) malam hingga Senin (25/7/2011) sore, Kepala Satpol PP dan Kepala Bagian Kerja Sama se-Jawa Timur, Kepala Satpol PP Kabupaten di Jawa Tengah yang wilayahnya berbatasan dengan Jawa Timur berkumpul di Hotel Utami, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, untuk membahas masalah tersebut. "Jadi, semua kisi-kisi teknisnya akan dibahas semua di Utami," jelasnya.
Kepala Bidang Program Kantor Satpol PP Jawa Timur, Sunarto, menambahkan, penegakan perda bersama-sama sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut dituangkan dalam sepuluh perjanjian.
Isi perjanjian itu di antaranya penegakan perda terkait peredaran minuman keras, pengemis gelandangan dan orang terlantar, tertib administrasi kependudukan, penambangan bahan galian golongan C, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pembuangan limbah, penanganan pengaduan, pertukaran informasi pemulangan ke daerah asal, dan patroli terpadu.(Mujib Anwar)
Telkomsel Jatim Modernisasi Jaringan
Provinsi Jawa Timur (Jatim) selalu jadi perhatian serius para operator telekomunikasi, tak terkecuali tiap menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Pemilik Sumur Tiban di Pacitan Tidak Tahu Airnya Berkhasiat
Pacitan - Kemunculan sumur tiban di Pacitan bukan hanya mengejutkan warga sekitar namun juga membuat Bejo, si penemu kebingungan. Pasalnya, banyak orang yang mendatangi rumahnya dan minta air untuk obat.
Akibatnya, Bejo harus rela naik turun gunung puluhan kali per hari menuju lokasi. Dia pun mengaku rela melakukannya karena medan menuju tempat keberadaan sumur tiban relatif berat. Sebab posisinya berada di lereng dengan jalan setapak.
"Mesakke menawi mundhut piyembak. Pramila kula pendhetaken dateng belik (Kasihan kalau harus mengambil sendiri. Makanya saya ambilkan ke sumur)," kata Bejo, penemu sekaligus pemilik lahan kepada wartawan.
Semula, dirinya tidak mengetahui jika air dari sumber yang ditemukan diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Dia pun hanya bermaksud menjadikannya sebagai sumber untuk pengairan tanaman buncis miliknya.
Namun lantaran makin banyak orang yang datang, dia mengurungkan niat itu. Sebagai gantinya, Bejo siang malam harus berada di areal sumur untuk menjaga sekaligus antisipasi jika ada orang yang membutuhkannya.
Sebenarnya, terang Bejo, aspek mistis yang menyertai munculnya sumur tiban terjadi secara tidak sengaja. Ini menyusul adanya seorang warga yang saat melintas lokasi tersebut sedang mengidap pusing-pusing.
Mengetahui ada sumber air, orang tersebut meminum serta mencuci muka. Pengakuannya, setelah melakukan kedua hal tersebut tubuhnya mendadak bugar tanpa keluhan apa-apa. Kabar tersebut lalu menyebar kemana-mana.
"Kula piyambak mboten ngertos. Namine nggih tiyang nggunung mboten paham sing ngoten-ngoten niku (saya sendiri tidak tahu. Namanya orang desa, tidak faham yang seperti itu)," tuturnya lugu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah sumur tiban ditemukan warga Dusun Klitik Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Anehnya, lokasi penemuan berada di lahan kritis tandus dan terjal.
Hingga saat ini ratusan orang telah datang ke areal tersebut, baik untuk sekedar melihat ataupun berobat.
Keberadaan sumur tiban sendiri berada di lokasi yang relatif sulit dijangkau. Sebagai ilustrasi, saat hendak menuju lokasi, detiksurabaya.com harus berjalan kaki sejauh 1 Km lebih dengan medan menurun dan jalan setapak.
Ini setelah melewati jalan berbatu sejauh hampir 2 Km menggunakan kendaraan roda dua. Setibanya di permukiman, sepeda motor dititipkan di rumah warga dan dilanjutkan jalan kaki hingga dengan lokasi.
(fat/fat)
sumber: detikSurabaya.com
Akibatnya, Bejo harus rela naik turun gunung puluhan kali per hari menuju lokasi. Dia pun mengaku rela melakukannya karena medan menuju tempat keberadaan sumur tiban relatif berat. Sebab posisinya berada di lereng dengan jalan setapak.
"Mesakke menawi mundhut piyembak. Pramila kula pendhetaken dateng belik (Kasihan kalau harus mengambil sendiri. Makanya saya ambilkan ke sumur)," kata Bejo, penemu sekaligus pemilik lahan kepada wartawan.
Semula, dirinya tidak mengetahui jika air dari sumber yang ditemukan diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Dia pun hanya bermaksud menjadikannya sebagai sumber untuk pengairan tanaman buncis miliknya.
Namun lantaran makin banyak orang yang datang, dia mengurungkan niat itu. Sebagai gantinya, Bejo siang malam harus berada di areal sumur untuk menjaga sekaligus antisipasi jika ada orang yang membutuhkannya.
Sebenarnya, terang Bejo, aspek mistis yang menyertai munculnya sumur tiban terjadi secara tidak sengaja. Ini menyusul adanya seorang warga yang saat melintas lokasi tersebut sedang mengidap pusing-pusing.
Mengetahui ada sumber air, orang tersebut meminum serta mencuci muka. Pengakuannya, setelah melakukan kedua hal tersebut tubuhnya mendadak bugar tanpa keluhan apa-apa. Kabar tersebut lalu menyebar kemana-mana.
"Kula piyambak mboten ngertos. Namine nggih tiyang nggunung mboten paham sing ngoten-ngoten niku (saya sendiri tidak tahu. Namanya orang desa, tidak faham yang seperti itu)," tuturnya lugu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah sumur tiban ditemukan warga Dusun Klitik Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Anehnya, lokasi penemuan berada di lahan kritis tandus dan terjal.
Hingga saat ini ratusan orang telah datang ke areal tersebut, baik untuk sekedar melihat ataupun berobat.
Keberadaan sumur tiban sendiri berada di lokasi yang relatif sulit dijangkau. Sebagai ilustrasi, saat hendak menuju lokasi, detiksurabaya.com harus berjalan kaki sejauh 1 Km lebih dengan medan menurun dan jalan setapak.
Ini setelah melewati jalan berbatu sejauh hampir 2 Km menggunakan kendaraan roda dua. Setibanya di permukiman, sepeda motor dititipkan di rumah warga dan dilanjutkan jalan kaki hingga dengan lokasi.
(fat/fat)
sumber: detikSurabaya.com
Ditemukan Bukti Korupsi Pantai Pacitan
PACITAN | SURYA Online - Alih fungi obyek wisata Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan Jawa Timur, diduga terindikasi korupsi. Hal ini ditemukan tim investigasi yang dibentuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan.
k2-kotakita.blogspot.com
Salah seorang anggota tim, Hadi Waluyo, membenarkan pihaknya telah melakukan penyelidikan maupun pengumpulan data serta keterangan yang sangat mengerucut. “Ada beberapa bukti petunjuk baru, di luar data awal yang mereka peroleh dari pelapor, Abdul Muid Anwar,” katanya.
Informasi dari sumber kejaksaan menyebutkan, tindak pidana korupsi ditemukan karena ada unsur gratifikasi kepada pejabat lokal yang membidangi urusan kepariwisataan saat itu. Namun siapa pejabat yang bakal terseret, sumber itu enggan menyebutkan. “Belum ada tersangka, tetapi sudah ada beberapa pihak yang dibidik. Kami masih melakukan penajaman agar data yang dikumpulkan lengkap, kemudian dikaji,” ujarnya.
Sementara itu, Kejari akan menggunakan hasil penyidikan tersebut sebagai dasar penerbitan surat penetapan tersangka. Selain itu, hasil itu juga untuk menghitung jumlah kerugian negara akibat keputusan alih kelola tersebut.
Jika sesuai rencana, tim penyidik kembali akan memanggil sejumlah orang yang dinilai mengetahui proses alih fungsi pengelolaan. Kali ini, pihak yang akan dipanggil berasal dari pihak pengelola Pantai Teleng Ria.
Sebelumnya, kejaksaan masih fokus untuk memeriksa sejumlah pengambil kebijakan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan untuk mengungkap dugaan korupsi dalam proses alih kelola salah satu objek wisata andalan “Kota 1001 Goa” tersebut.
Ia menolak membeberkan tentang apa saja yang menjadi isi materi penyidikan, seban hal tersebut malah berpotensi menghambat proses penyidikan itu sendiri. “Kami juga tahu sekarang ada undang-undang KIP (keterbukaan informasi publik). Tapi itu tidak berarti (semua) harus diinformasikan karena dapat menghambat penyidikan itu sendiri,” jawabnya.
Dugaan penyimpangan dan korupsi alih pengelolaan itu bermula dari digelarnya aksi demonstrasi mantan Wakil Bupati Pacitan periode 2001-2006, Abdul Muid Anwar tahun 2009. Saat itu, ia juga membawa satu bendel kertas yang diklaimnya sebagai bukti-bukti tindak penyelewengan dalam kasus alih kelola Pantai Teleng Ria.
Anggaran Minim Pacitan Tak Rekrut CPNS
PACITAN | SURYA Online - Karena minimnya anggaran yang dimiliki, Pemkab Pacitan Jawa Timur, menyatakan tidak akan merekrut CPNS baru selama 2011. Saat ini, jumlah PNS yang ada sebanyak 9.000 orang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pacitan, Marwan mengatakan saat ini dari total anggaran yang ada sekitar Rp 700 miliar, sebanyak Rp 490 miliar untuk gaji PNS sisanya Rp 210 miliar untuk anggaran belanja langsung daerah. “Kami tidak mungkin menambah PNS baru, karena hanya akan membebani anggaran daerah, belanja publik bisa-bisa akan habis,” ujarnya, Minggu (17/7/2011).
Namun diakui Marwan, saat jumlah PNS memang kurang. Sebab berdasar rasio, idealnya jumlah PNS untuk Pacitan sebanyak 11 ribu orang. Sebab berdasar standar nasional, untuk melayani 600 ribu orang lebih, dibutuhkan minimal 11 ribu PNS. “Standar nasional juga menyebutkan, idealnya satu PNS melayani 50 orang warga,” ujar Marwan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pacitan, Marwan mengatakan saat ini dari total anggaran yang ada sekitar Rp 700 miliar, sebanyak Rp 490 miliar untuk gaji PNS sisanya Rp 210 miliar untuk anggaran belanja langsung daerah. “Kami tidak mungkin menambah PNS baru, karena hanya akan membebani anggaran daerah, belanja publik bisa-bisa akan habis,” ujarnya, Minggu (17/7/2011).
Namun diakui Marwan, saat jumlah PNS memang kurang. Sebab berdasar rasio, idealnya jumlah PNS untuk Pacitan sebanyak 11 ribu orang. Sebab berdasar standar nasional, untuk melayani 600 ribu orang lebih, dibutuhkan minimal 11 ribu PNS. “Standar nasional juga menyebutkan, idealnya satu PNS melayani 50 orang warga,” ujar Marwan.
Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 1 Pacitan Tahun Pelajaran 2011/2012 Melalui Jalur PPDB Umum (Non-PMDK)
TKI : Teknologi Komputer & Informatika
Sumber www.smkn1pacitan.sch.id
Catatan : Saia No. 69
Sumber www.smkn1pacitan.sch.id
| No. | NoDaf | Nama | Th. Lulus | JML UN | Wcr | BP | NAS | Ket. |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 0369 | Muhammad Ilyas | 2011 | 37.20 | 27.00 | 0 | 36.180 | Pilihan 1 |
| 2 | 0232 | Rahmat Wiratmoko | 2011 | 36.70 | 30.00 | 0 | 36.030 | Pilihan 1 |
| 3 | 0231 | Bastian Wisnu Priyatna | 2011 | 36.15 | 30.00 | 0 | 35.535 | Pilihan 1 |
| 4 | 0017 | Wulan Wahyuningsih | 2011 | 36.15 | 30.00 | 0 | 35.535 | Pilihan 1 |
| 5 | 0270 | Furqon Hanif | 2011 | 35.75 | 29.00 | 0 | 35.075 | Pilihan 1 |
| 6 | 0095 | Dita Dwi Susanti | 2011 | 33.25 | 30.00 | 2 | 34.925 | Pilihan 1 |
| 7 | 0168 | Ahmat Jalali | 2011 | 35.40 | 30.00 | 0 | 34.860 | Pilihan 1 |
| 8 | 0094 | Dewi Nurfatimah | 2011 | 33.15 | 30.00 | 2 | 34.835 | Pilihan 1 |
| 9 | 0073 | Dimas Vicky Alfaridzi | 2011 | 35.35 | 29.00 | 0 | 34.715 | Pilihan 1 |
| 10 | 0313 | Fuad Syaefudin | 2011 | 35.20 | 30.00 | 0 | 34.680 | Pilihan 1 |
| 11 | 0464 | Widianto | 2011 | 35.30 | 29.00 | 0 | 34.670 | Pilihan 1 |
| 12 | 0461 | Devvara Routaries | 2011 | 35.35 | 28.00 | 0 | 34.615 | Pilihan 1 |
| 13 | 0277 | Wildania Anggraini | 2011 | 35.05 | 30.00 | 0 | 34.545 | Pilihan 1 |
| 14 | 0203 | Agung Prasetyobudi | 2011 | 34.95 | 30.00 | 0 | 34.455 | Pilihan 1 |
| 15 | 0025 | Widhi Khrisna Subrata | 2011 | 34.25 | 26.00 | 1 | 34.425 | Pilihan 1 |
| 16 | 0359 | Riska Andriyanty | 2011 | 34.90 | 30.00 | 0 | 34.410 | Pilihan 1 |
| 17 | 0457 | Dedy Hariyanto | 2011 | 34.70 | 30.00 | 0 | 34.230 | Pilihan 1 |
| 18 | 0085 | Tunggal Gunantoro | 2011 | 34.60 | 30.00 | 0 | 34.140 | Pilihan 1 |
| 19 | 0363 | Abdul Rozaq Al Azhiim | 2011 | 34.55 | 30.00 | 0 | 34.095 | Pilihan 1 |
| 20 | 0317 | Khusnul Arrosid | 2011 | 34.65 | 29.00 | 0 | 34.085 | Pilihan 1 |
| 21 | 0169 | Dika Rio Nirwansyah | 2011 | 32.25 | 30.00 | 2 | 34.025 | Pilihan 1 |
| 22 | 0163 | Singgih Choirul Rizki | 2011 | 34.45 | 30.00 | 0 | 34.005 | Pilihan 1 |
| 23 | 0265 | Bonifasius Yumadika Chrysta | 2011 | 34.40 | 30.00 | 0 | 33.960 | Pilihan 1 |
| 24 | 0072 | Fitri Eka Sari | 2011 | 34.65 | 27.00 | 0 | 33.885 | Pilihan 1 |
| 25 | 0400 | Inggrit Sinara Dewi | 2011 | 34.30 | 30.00 | 0 | 33.870 | Pilihan 1 |
| 26 | 0162 | Dirganu Dikia Irwanda | 2011 | 34.55 | 27.00 | 0 | 33.795 | Pilihan 1 |
| 27 | 0300 | Aditya Risma Hani | 2011 | 33.30 | 28.00 | 1 | 33.770 | Pilihan 1 |
| 28 | 0117 | Galih Wasito Aji | 2011 | 34.10 | 30.00 | 0 | 33.690 | Pilihan 1 |
| 29 | 0246 | Nanda Wahid Tabah Nurani | 2011 | 34.00 | 30.00 | 0 | 33.600 | Pilihan 1 |
| 30 | 0263 | Ferlianda Dimas Pratama | 2011 | 34.00 | 30.00 | 0 | 33.600 | Pilihan 1 |
| 31 | 0357 | Annosi Aliodsa Asrin | 2011 | 34.20 | 28.00 | 0 | 33.580 | Pilihan 1 |
| 32 | 0041 | Wahyu Ageng Fitri Vitari | 2011 | 33.90 | 30.00 | 0 | 33.510 | Pilihan 1 |
| 33 | 0462 | Andreas Anggi Yudha Nindika | 2011 | 34.30 | 26.00 | 0 | 33.470 | Pilihan 1 |
| 34 | 0173 | Amirul Mukminin | 2011 | 33.90 | 29.00 | 0 | 33.410 | Pilihan 1 |
| 35 | 0104 | Andika Setya Budi | 2011 | 34.45 | 24.00 | 0 | 33.405 | Pilihan 1 |
| 36 | 0314 | Muhhamad Kholid AN | 2011 | 34.10 | 27.00 | 0 | 33.390 | Pilihan 1 |
| 37 | 0332 | Muhammad Arif Saputra | 2011 | 33.75 | 30.00 | 0 | 33.375 | Pilihan 1 |
| 38 | 0172 | Binti Zulaiha | 2011 | 33.85 | 29.00 | 0 | 33.365 | Pilihan 1 |
| 39 | 0348 | Linda Nur Safitri | 2011 | 32.60 | 30.00 | 1 | 33.340 | Pilihan 1 |
| 40 | 0053 | Resti Wulansari | 2011 | 33.80 | 29.00 | 0 | 33.320 | Pilihan 1 |
| 41 | 0131 | Karina Zahra Putri | 2011 | 33.65 | 30.00 | 0 | 33.285 | Pilihan 1 |
| 42 | 0307 | Fals Danny Alvan | 2011 | 33.65 | 30.00 | 0 | 33.285 | Pilihan 1 |
| 43 | 0237 | Otong Sagita Putra | 2011 | 33.60 | 30.00 | 0 | 33.240 | Pilihan 1 |
| 44 | 0364 | Bayuning Dwi Nugroho | 2011 | 33.60 | 30.00 | 0 | 33.240 | Pilihan 1 |
| 45 | 0233 | Rizki Apri Arianto | 2011 | 33.70 | 29.00 | 0 | 33.230 | Pilihan 1 |
| 46 | 0390 | Farito Aglanu | 2011 | 33.60 | 29.00 | 0 | 33.140 | Pilihan 1 |
| 47 | 0130 | Wenni Saputri | 2011 | 33.45 | 30.00 | 0 | 33.105 | Pilihan 1 |
| 48 | 0392 | Siska Arum Widowati | 2011 | 33.40 | 30.00 | 0 | 33.060 | Pilihan 1 |
| 49 | 0079 | Tri Budi Setiawan | 2011 | 33.35 | 30.00 | 0 | 33.015 | Pilihan 1 |
| 50 | 0088 | Faridatul Latifah | 2011 | 33.45 | 29.00 | 0 | 33.005 | Pilihan 1 |
| 51 | 0316 | Rizfi Khoirun Nisa | 2011 | 33.45 | 29.00 | 0 | 33.005 | Pilihan 1 |
| 52 | 0050 | Saka Guna Wijaya | 2011 | 33.55 | 28.00 | 0 | 32.995 | Pilihan 1 |
| 53 | 0210 | Achmad Bhakti Nugroho | 2011 | 33.50 | 28.00 | 0 | 32.950 | Pilihan 1 |
| 54 | 0002 | Muhammad Latief Akbar | 2011 | 33.35 | 29.00 | 0 | 32.915 | Pilihan 1 |
| 55 | 0212 | Nurul Hidayah | 2011 | 33.45 | 28.00 | 0 | 32.905 | Pilihan 1 |
| 56 | 0209 | Ahmad Aji Prasetyo | 2011 | 33.15 | 29.00 | 0 | 32.735 | Pilihan 1 |
| 57 | 0081 | Nurkholis Fatkurrahman K | 2011 | 33.45 | 26.00 | 0 | 32.705 | Pilihan 1 |
| 58 | 0078 | Fenny Tri Wulan Dari | 2011 | 33.00 | 30.00 | 0 | 32.700 | Pilihan 1 |
| 59 | 0250 | Bayu Epri Hermawan | 2011 | 32.95 | 30.00 | 0 | 32.655 | Pilihan 1 |
| 60 | 0318 | Ari Setiawan | 2011 | 33.35 | 26.00 | 0 | 32.615 | Pilihan 1 |
| 61 | 0336 | Rizki Amalia Ramadhani | 2011 | 32.80 | 30.00 | 0 | 32.520 | Pilihan 1 |
| 62 | 0257 | Yana Rahmadhan | 2011 | 33.10 | 27.00 | 0 | 32.490 | Pilihan 1 |
| 63 | 0341 | Bambang Taufiq Rohman | 2011 | 32.75 | 30.00 | 0 | 32.475 | Pilihan 1 |
| 64 | 0308 | Rizki Yuliana | 2011 | 32.95 | 28.00 | 0 | 32.455 | Pilihan 1 |
| 65 | 0442 | Uswatun Chasanah | 2011 | 32.70 | 30.00 | 0 | 32.430 | Pilihan 1 |
| 66 | 0249 | Hafiz Aditya Martha | 2011 | 32.80 | 29.00 | 0 | 32.420 | Pilihan 1 |
| 67 | 0174 | Tio Aditya | 2011 | 32.75 | 29.00 | 0 | 32.375 | Pilihan 1 |
| 68 | 0426 | Yurida Liqoumi | 2011 | 32.70 | 29.00 | 0 | 32.330 | Pilihan 1 |
| 69 | 0408 | Riski Ashari | 2011 | 32.45 | 30.00 | 0 | 32.205 | Pilihan 1 |
| 70 | 0083 | Lusiana Dwiarti | 2011 | 32.45 | 30.00 | 0 | 32.205 | Pilihan 1 |
| 71 | 0043 | Muhammad Syamsul Zubari | 2011 | 33.30 | 22.00 | 0 | 32.170 | Pilihan 1 |
| 72 | 0319 | Dwi Sulis Ardianto | 2011 | 32.80 | 26.00 | 0 | 32.120 | Pilihan 1 |
| 73 | 0175 | Bayu Aji Purwono | 2011 | 32.35 | 30.00 | 0 | 32.115 | Pilihan 1 |
| 74 | 0220 | Vika Deviana | 2011 | 32.45 | 29.00 | 0 | 32.105 | Pilihan 1 |
| 75 | 0012 | Giant Budi Pangestu | 2011 | 32.45 | 29.00 | 0 | 32.105 | Pilihan 1 |
| 76 | 0429 | Defita Intan Sari | 2011 | 30.20 | 29.00 | 2 | 32.080 | Pilihan 1 |
| 77 | 0204 | Chairul Imam Albafiqi | 2011 | 32.30 | 30.00 | 0 | 32.070 | Pilihan 1 |
| 78 | 0042 | Ridlo Pratama Suryananda | 2011 | 32.40 | 29.00 | 0 | 32.060 | Pilihan 1 |
| 79 | 0129 | Dian Agni Arditama | 2011 | 32.35 | 29.00 | 0 | 32.015 | Pilihan 1 |
| 80 | 0188 | Dwi Hartanti | 2011 | 32.20 | 29.00 | 0 | 31.880 | Pilihan 1 |
| 81 | 0340 | Rohman Syaifuddin | 2011 | 32.10 | 29.00 | 0 | 31.790 | Pilihan 1 |
| 82 | 0036 | Ricky Ivandrianto | 2011 | 31.95 | 30.00 | 0 | 31.755 | Pilihan 1 |
| 83 | 0037 | Diky Suryadin | 2011 | 32.10 | 28.00 | 0 | 31.690 | Pilihan 1 |
| 84 | 0333 | Eko Siswoyo | 2011 | 32.20 | 27.00 | 0 | 31.680 | Pilihan 1 |
| 85 | 0238 | Bagus Panuntun Nugroho | 2011 | 31.95 | 29.00 | 0 | 31.655 | Pilihan 1 |
| 86 | 0222 | Akbar Maulana | 2011 | 31.60 | 30.00 | 0 | 31.440 | Pilihan 1 |
| 87 | 0449 | Lucky Dwi Prasetyanti | 2011 | 31.60 | 30.00 | 0 | 31.440 | Pilihan 1 |
| 88 | 0327 | Arfigo Rizzaldy | 2011 | 31.60 | 30.00 | 0 | 31.440 | Pilihan 1 |
| 89 | 0201 | Dwi Witanto | 2011 | 31.65 | 28.00 | 0 | 31.285 | Pilihan 1 |
| 90 | 0068 | Dayya Catur Alamsyah | 2011 | 31.35 | 30.00 | 0 | 31.215 | Pilihan 1 |
| 91 | 0107 | Syafi'atul Lailiyah | 2011 | 31.45 | 29.00 | 0 | 31.205 | Pilihan 1 |
| 92 | 0368 | Ahmad Khoirul Azmi | 2011 | 31.40 | 29.00 | 0 | 31.160 | Pilihan 1 |
| 93 | 0195 | Ari Indra Prasetiya | 2011 | 31.40 | 29.00 | 0 | 31.160 | Pilihan 1 |
| 94 | 0295 | Bayu Bhakti | 2011 | 31.50 | 28.00 | 0 | 31.150 | Pilihan 1 |
| 95 | 0256 | Pribadi Wirasatria | 2011 | 31.50 | 28.00 | 0 | 31.150 | Pilihan 1 |
| 96 | 0105 | Sigit Nugroho Tri Susanto | 2011 | 31.50 | 28.00 | 0 | 31.150 | Pilihan 1 |
| 97 | 0075 | Muhammad Ryan Fahreza | 2011 | 31.35 | 29.00 | 0 | 31.115 | Pilihan 1 |
| 98 | 0145 | Azizul Kamaludin | 2011 | 31.15 | 30.00 | 0 | 31.035 | Pilihan 1 |
| 99 | 0054 | Aprilia Widya Kurniawati | 2011 | 31.15 | 30.00 | 0 | 31.035 | Pilihan 1 |
| 100 | 0384 | Erik Kristiawan | 2011 | 31.35 | 28.00 | 0 | 31.015 | Pilihan 1 |
| 101 | 0030 | Audika Rafi Rafsanjani | 2011 | 31.05 | 30.00 | 0 | 30.945 | Pilihan 1 |
| 102 | 0214 | Emi Fujiastutik | 2011 | 31.00 | 30.00 | 0 | 30.900 | Pilihan 1 |
| 103 | 0032 | Moga Yohana Fidinia Akhira | 2011 | 31.00 | 30.00 | 0 | 30.900 | Pilihan 1 |
| 104 | 0278 | Netty Cahyaning Tyas | 2011 | 30.95 | 30.00 | 0 | 30.855 | Pilihan 1 |
| 105 | 0378 | Yanu Eko Lahuri | 2011 | 31.05 | 29.00 | 0 | 30.845 | Pilihan 1 |
| 106 | 0334 | Hadiyatna Muflihun | 2011 | 31.05 | 27.00 | 0 | 30.645 | Pilihan 1 |
| 107 | 0228 | Dian wahyu Putra | 2011 | 31.80 | 20.00 | 0 | 30.620 | Pilihan 1 |
| 108 | 0020 | Dhinar Saptha Abadhi | 2011 | 30.90 | 28.00 | 0 | 30.610 | Pilihan 1 |
| 109 | 0109 | Oktavian Sabriyanto | 2011 | 30.90 | 28.00 | 0 | 30.610 | Pilihan 1 |
| 110 | 0029 | Malik Setia Andi | 2011 | 30.90 | 28.00 | 0 | 30.610 | Pilihan 1 |
| 111 | 0329 | Septiyan Dwiky Wardana | 2011 | 31.00 | 27.00 | 0 | 30.600 | Pilihan 1 |
| 112 | 0038 | Imam Rahmadi | 2011 | 30.80 | 28.00 | 0 | 30.520 | Pilihan 1 |
| 113 | 0351 | Asmaul Husna | 2011 | 30.55 | 30.00 | 0 | 30.495 | Pilihan 1 |
| 114 | 0062 | Fendi Rizki Pratama | 2011 | 30.85 | 27.00 | 0 | 30.465 | Pilihan 1 |
| 115 | 0007 | Haris Dwiyanto | 2011 | 30.50 | 30.00 | 0 | 30.450 | Pilihan 1 |
| 116 | 0118 | Prima Dewi Kusuma | 2011 | 30.45 | 30.00 | 0 | 30.405 | Pilihan 1 |
| 117 | 0101 | Wulandari | 2011 | 30.55 | 29.00 | 0 | 30.395 | Pilihan 1 |
| 118 | 0290 | Feti Rahayu Ningsih | 2011 | 30.65 | 28.00 | 0 | 30.385 | Pilihan 1 |
| 119 | 0356 | Ido Pradica Sari | 2011 | 30.65 | 28.00 | 0 | 30.385 | Pilihan 1 |
| 120 | 0205 | Bayu Asmara | 2011 | 30.40 | 30.00 | 0 | 30.360 | Pilihan 1 |
| 121 | 0008 | Paryadi Wahyu Aji | 2011 | 30.90 | 25.00 | 0 | 30.310 | Pilihan 1 |
| 122 | 0074 | Borhan Thohari | 2011 | 30.30 | 30.00 | 0 | 30.270 | Pilihan 1 |
| 123 | 0258 | Anang Eka Prasetiyo | 2011 | 30.50 | 28.00 | 0 | 30.250 | Pilihan 1 |
| 124 | 0156 | Ravijey Firmanda | 2011 | 30.25 | 30.00 | 0 | 30.225 | Pilihan 1 |
| 125 | 0225 | Wikan Ratnawati | 2011 | 30.10 | 30.00 | 0 | 30.090 | Pilihan 1 |
| 126 | 0335 | Andi Nur Fuad | 2011 | 31.15 | 20.00 | 0 | 30.035 | Pilihan 1 |
| 127 | 0006 | Setiawan Rian Pratama | 2011 | 30.66 | 24.00 | 0 | 29.994 | Pilihan 1 |
| 128 | 0132 | Fransiska Ayudyhia Martasari | 2011 | 30.30 | 27.00 | 0 | 29.970 | Pilihan 1 |
| 129 | 0293 | Edi Prayitno | 2011 | 29.95 | 30.00 | 0 | 29.955 | Pilihan 1 |
| 130 | 0046 | Zeny Susanti | 2011 | 29.90 | 30.00 | 0 | 29.910 | Pilihan 1 |
| 131 | 0320 | Anang Syaifudin | 2011 | 29.85 | 30.00 | 0 | 29.865 | Pilihan 1 |
| 132 | 0110 | Ivan Pratama | 2011 | 29.80 | 30.00 | 0 | 29.820 | Pilihan 1 |
| 133 | 0165 | Liza Norasikin | 2011 | 29.90 | 29.00 | 0 | 29.810 | Pilihan 1 |
| 134 | 0331 | Mohammad Rofiqi | 2011 | 30.90 | 19.00 | 0 | 29.710 | Pilihan 1 |
| 135 | 0420 | Galuh Wigo Martan Tilandro | 2011 | 29.90 | 28.00 | 0 | 29.710 | Pilihan 1 |
| 136 | 0189 | Dewi Suryani | 2011 | 29.90 | 28.00 | 0 | 29.710 | Pilihan 1 |
| 137 | 0260 | Purwo Fauzan Rusadi | 2011 | 29.85 | 28.00 | 0 | 29.665 | Pilihan 1 |
| 138 | 0103 | Yogi Gusstaf Ferdiansyah | 2011 | 30.10 | 25.00 | 0 | 29.590 | Pilihan 1 |
| 139 | 0294 | Arif Kurniawan | 2011 | 29.45 | 29.00 | 0 | 29.405 | Pilihan 1 |
| 140 | 0349 | Alifin Namash Mahmud | 2011 | 29.45 | 28.00 | 0 | 29.305 | Pilihan 1 |
| 141 | 0001 | Novasya Rahayu Putri | 2011 | 28.15 | 29.00 | 1 | 29.235 | Pilihan 1 |
| 142 | 0096 | Asih Dwi Anggraini | 2011 | 29.10 | 29.00 | 0 | 29.090 | Pilihan 1 |
| 143 | 0406 | Mira Anjar Oktaviani | 2011 | 28.95 | 30.00 | 0 | 29.055 | Pilihan 1 |
| 144 | 0410 | Widya Eka Sawitri | 2011 | 28.95 | 30.00 | 0 | 29.055 | Pilihan 1 |
| 145 | 0121 | Dikcie Aditya Bimantara | 2011 | 28.95 | 30.00 | 0 | 29.055 | Pilihan 1 |
| 146 | 0144 | Asep Ristanto | 2011 | 28.85 | 30.00 | 0 | 28.965 | Pilihan 1 |
| 147 | 0283 | Ani Savitri | 2011 | 28.85 | 30.00 | 0 | 28.965 | Pilihan 1 |
| 148 | 0421 | Sigit Riyan Prasetya | 2011 | 29.25 | 26.00 | 0 | 28.925 | Pilihan 1 |
| 149 | 0186 | Lilik Priyadi | 2010 | 28.90 | 28.00 | 0 | 28.810 | Pilihan 1 |
| 150 | 0003 | Tri Suhartini | 2011 | 28.60 | 30.00 | 0 | 28.740 | Pilihan 1 |
| 151 | 0401 | Zety Eka Wulansari | 2011 | 28.45 | 30.00 | 0 | 28.605 | Pilihan 1 |
| 152 | 0355 | Singgih Sundoro | 2011 | 28.40 | 30.00 | 0 | 28.560 | Pilihan 1 |
| 153 | 0149 | Retno Diyah Puspitasari | 2011 | 28.50 | 29.00 | 0 | 28.550 | Pilihan 1 |
| 154 | 0305 | Nenci Ferawati | 2011 | 28.30 | 30.00 | 0 | 28.470 | Pilihan 1 |
| 155 | 0374 | Fadhilah Ardi Laksmana | 2011 | 28.25 | 30.00 | 0 | 28.425 | Pilihan 1 |
| 156 | 0191 | Fiter Bayu Tri Prakoso | 2011 | 28.45 | 28.00 | 0 | 28.405 | Pilihan 1 |
| 157 | 0087 | Jeni Saputra | 2011 | 28.50 | 26.00 | 0 | 28.250 | Pilihan 1 |
| 158 | 0177 | Ria Aggraeni | 2011 | 28.00 | 30.00 | 0 | 28.200 | Pilihan 1 |
| 159 | 0106 | Shifa Jannan Ridho Fathim | 2011 | 27.95 | 30.00 | 0 | 28.155 | Pilihan 1 |
| 160 | 0459 | Ginanjar Irfan Setyawan | 2011 | 27.85 | 30.00 | 0 | 28.065 | Pilihan 1 |
| 161 | 0299 | Alif A'raafiq | 2011 | 27.85 | 30.00 | 0 | 28.065 | Pilihan 1 |
| 162 | 0255 | Muhammad Nurul Miftah Syahraya | 2011 | 28.05 | 28.00 | 0 | 28.045 | Pilihan 1 |
| 163 | 0027 | Rinda Ratnawati | 2011 | 27.80 | 30.00 | 0 | 28.020 | Pilihan 1 |
| 164 | 0140 | Dana Riza Putranto | 2011 | 27.80 | 30.00 | 0 | 28.020 | Pilihan 1 |
| 165 | 0269 | Adhitya Nugroho | 2011 | 28.55 | 23.00 | 0 | 27.995 | Pilihan 1 |
| 166 | 0093 | Agung Prasetyo | 2011 | 28.05 | 25.00 | 0 | 27.745 | Pilihan 1 |
| 167 | 0458 | Ginanjar Arief Setyabudi | 2011 | 27.45 | 30.00 | 0 | 27.705 | Pilihan 1 |
| 168 | 0427 | Fu'ad Hasan Asshidiq | 2011 | 28.00 | 25.00 | 0 | 27.700 | Pilihan 1 |
| 169 | 0321 | Zefri Andrianto | 2011 | 27.55 | 29.00 | 0 | 27.695 | Pilihan 1 |
| 170 | 0123 | Agung Kurniawan | 2011 | 27.30 | 29.00 | 0 | 27.470 | Pilihan 1 |
| 171 | 0229 | Amik Anugrah Pradhana | 2011 | 27.40 | 28.00 | 0 | 27.460 | Pilihan 1 |
| 172 | 0362 | Qusnun Khairuddin | 2011 | 27.15 | 30.00 | 0 | 27.435 | Pilihan 1 |
| 173 | 0058 | Yunia Survianti | 2011 | 26.95 | 30.00 | 0 | 27.255 | Pilihan 1 |
| 174 | 0338 | Eli Murdani | 2011 | 26.90 | 30.00 | 0 | 27.210 | Pilihan 1 |
| 175 | 0193 | Danang Arga Dinata | 2011 | 27.40 | 25.00 | 0 | 27.160 | Pilihan 1 |
| 176 | 0247 | Deni Eko Laksono | 2011 | 27.10 | 27.00 | 0 | 27.090 | Pilihan 1 |
| 177 | 0325 | Beni Tri Setiawan | 2011 | 26.75 | 29.00 | 0 | 26.975 | Pilihan 1 |
| 178 | 0122 | Dedy Herwin Harya Putra | 2011 | 26.85 | 28.00 | 0 | 26.965 | Pilihan 1 |
| 179 | 0125 | Fitri Nur Afriani | 2011 | 26.60 | 30.00 | 0 | 26.940 | Pilihan 1 |
| 180 | 0411 | Tutor Yulianto | 2011 | 26.85 | 26.00 | 0 | 26.765 | Pilihan 1 |
| 181 | 0417 | Satrio Aji Ariwijaya | 2011 | 26.50 | 29.00 | 0 | 26.750 | Pilihan 1 |
| 182 | 0452 | Agung Prayitno | 2011 | 26.50 | 28.00 | 0 | 26.650 | Pilihan 1 |
| 183 | 0065 | Renita Melyani | 2011 | 26.20 | 30.00 | 0 | 26.580 | Pilihan 1 |
| 184 | 0136 | Yulian Dwi Saputri | 2011 | 26.15 | 30.00 | 0 | 26.535 | Pilihan 1 |
| 185 | 0275 | Dimas Yoga Yana Putra | 2011 | 26.65 | 24.00 | 0 | 26.385 | Pilihan 1 |
| 186 | 0286 | Endra Priyadi | 2011 | 25.95 | 30.00 | 0 | 26.355 | Pilihan 1 |
| 187 | 0281 | Susi Diansari | 2011 | 26.05 | 29.00 | 0 | 26.345 | Pilihan 1 |
| 188 | 0108 | Arin Widyanti | 2011 | 26.00 | 29.00 | 0 | 26.300 | Pilihan 1 |
| 189 | 0134 | Mahenda Aidin | 2011 | 26.00 | 28.00 | 0 | 26.200 | Pilihan 1 |
| 190 | 0285 | Nusa Ardinata | 2011 | 25.75 | 30.00 | 0 | 26.175 | Pilihan 1 |
| 191 | 0239 | Edy Wicaksono | 2011 | 25.55 | 30.00 | 0 | 25.995 | Pilihan 1 |
| 192 | 0206 | Miya Setiyaningsih | 2011 | 25.50 | 30.00 | 0 | 25.950 | Pilihan 1 |
| 193 | 0312 | Dani Ramadhan | 2011 | 25.50 | 30.00 | 0 | 25.950 | Pilihan 1 |
| 194 | 0236 | Handika Mariko | 2011 | 25.45 | 30.00 | 0 | 25.905 | Pilihan 1 |
| 195 | 0115 | Fendy Dwi Saputro | 2011 | 26.10 | 24.00 | 0 | 25.890 | Pilihan 1 |
| 196 | 0124 | Triana Musrifa | 2011 | 25.75 | 26.00 | 0 | 25.775 | Pilihan 1 |
| 197 | 0291 | Ardi Tri Asmoro | 2011 | 25.35 | 29.00 | 0 | 25.715 | Pilihan 1 |
| 198 | 0423 | Agus Kurniawan | 2011 | 25.40 | 28.00 | 0 | 25.660 | Pilihan 1 |
| 199 | 0060 | Ana Nurin Khomariyah | 2011 | 25.15 | 29.00 | 0 | 25.535 | Pilihan 1 |
| 200 | 0158 | Bayu Erwana | 2011 | 25.25 | 28.00 | 0 | 25.525 | Pilihan 1 |
| 201 | 0386 | Muhammad Abdillah Taufik R | 2011 | 25.20 | 27.00 | 0 | 25.380 | Pilihan 1 |
| 202 | 0045 | Septika Murisdiana | 2011 | 24.80 | 29.00 | 0 | 25.220 | Pilihan 1 |
| 203 | 0180 | Slamet Arianto | 2010 | 25.05 | 26.00 | 0 | 25.145 | Pilihan 1 |
| 204 | 0271 | Supriadi | 2011 | 24.45 | 30.00 | 0 | 25.005 | Pilihan 1 |
| 205 | 0070 | Laras Purwitasari | 2011 | 24.05 | 30.00 | 0 | 24.645 | Pilihan 1 |
| 206 | 0048 | Rino Rahman | 2011 | 24.15 | 28.00 | 0 | 24.535 | Pilihan 1 |
| 207 | 0159 | Rina Nofitasari | 2011 | 24.10 | 28.00 | 0 | 24.490 | Pilihan 1 |
| 208 | 0013 | Tri Wahyudiono | 2011 | 24.20 | 27.00 | 0 | 24.480 | Pilihan 1 |
| 209 | 0448 | Endah Widyaningsih | 2011 | 23.85 | 29.00 | 0 | 24.365 | Pilihan 1 |
| 210 | 0289 | Desi Nur Ratnawati | 2011 | 23.85 | 28.00 | 0 | 24.265 | Pilihan 1 |
| 211 | 0342 | Diana Nurcahyani | 2011 | 23.25 | 30.00 | 0 | 23.925 | Pilihan 1 |
| 212 | 0261 | Novem Dwi Putra Kurniawan | 2011 | 23.20 | 30.00 | 0 | 23.880 | Pilihan 1 |
| 213 | 0230 | Hendra Febrianto | 2011 | 23.95 | 22.00 | 0 | 23.755 | Pilihan 1 |
| 214 | 0061 | Wahyu Tri Prasetyo | 2011 | 24.50 | 17.00 | 0 | 23.750 | Pilihan 1 |
| 215 | 0044 | Sugeng Priyatmoko | 2011 | 23.25 | 28.00 | 0 | 23.725 | Pilihan 1 |
| 216 | 0051 | Soni Ardiatma | 2011 | 22.75 | 30.00 | 0 | 23.475 | Pilihan 1 |
| 217 | 0067 | Ahmad Nur Prabowo | 2011 | 22.85 | 29.00 | 0 | 23.465 | Pilihan 1 |
| 218 | 0080 | Ragil Aditya Utama Bahtiar | 2011 | 22.40 | 30.00 | 0 | 23.160 | Pilihan 1 |
| 219 | 0248 | Very Eka Efendi | 2011 | 22.35 | 29.00 | 0 | 23.015 | Pilihan 1 |
| 220 | 0217 | Agung Diansyah Putra | 2011 | 22.35 | 28.00 | 0 | 22.915 | Pilihan 1 |
| 221 | 0170 | Sigit Tri Waskitho | 2011 | 23.55 | 16.00 | 0 | 22.795 | Pilihan 1 |
| 222 | 0077 | Galuh Ajeng Inggartyas | 2011 | 21.45 | 27.00 | 0 | 22.005 | Pilihan 1 |
| 223 | 0113 | Asti Awalia Wulandari | 2011 | 20.90 | 30.00 | 0 | 21.810 | Pilihan 1 |
Catatan : Saia No. 69
Powered by Blogger.








