Showing posts with label Seputar Kota. Show all posts

Proses Pembuatan e-KTP


Proses pembuatan e- KTP (Secara Umum)

> Ambil nomor antrean
> Tunggu pemanggilan nomor antrean
> Menuju ke loket yang ditentukan
> Entry data dan foto
> Pembuatan KTP selesai
- Penduduk datang ke tempat pelayanan membawa surat panggilan
- Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database
- Foto (digital)
- Tandatangan (pada alat perekam tandatangan)
- Perekaman sidik jari (pada alat perekam sidik jari) & scan retina mata
- Petugas membubuhkan TTD dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai tandabukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto tandatangan sidikjari.
- Penduduk dipersilahkan pulang untuk menunggu hasil PROSES PENCETAKAN 2 MINGGU setelah Pembuatan.
Syarat pengurusan KTP
> Berusia 17 tahun
> Menunjukkan surat pengantar dari keuchik
> Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh keuchik
> Foto copy Kartu Keluarga (KK)


December 30, 2011
Posted by Ashari Riski

Master of the World : Black Nobilit

The “Black Nobility” adalah keluarga oligarki Venice dan Genoa, Italia, yang pada abad ke-12 mempunyai hak-hak kehormatan perdagangan (monopoli). Perang salib yang pertama dari tiga perang, dari 1063 sampai 1123, membangun kekuatan Venetian Black Nobility dan mengukuhkan kekuasaan kelas kaya yang berkuasa. Aristokrasi the Black Nobility mendapatkan kekuasaan penuh atas Venice pada tahun 1171, ketika penunjukan the Doge diubah menjadi apa yang dulu diketahui sebagai the Great Council, yang terdiri dari anggota-anggota aristokrasi komersial. (diantara mereka keluarga de’Medici). Venice telah ada ditangan mereka setelah itu, tetapi kekuasaan dan pengaruh Venetian Black Nobility meluas jauh keluar batasnya, dan sekarang dapat dirasakan disetiap penjuru dunia. (jangan lupa, sistem perbankan modern kita berasal dari Italia.)
Pada tahun 1204 keluarga oligarki membagi kedalam beberapa bagian teritori negara feodal kepada anggota keluarganya, dan dari era ini ada pembangunan kekuasaan dan tekanan yang besar sampai pemerintah menjadi korporasi tertutup (bukankah kita tahu ini dari suatu tempat?) kepemimpinan keluarga Black Nobility. Lebih lanjut dapat ditemukan dalam tulisan Dr. John Coleman, Black Nobility Unmasked World-wide, 1985; Conspirators’ Hierarchy: The Story of the Commitee of 300, 1992. Pertanyaan: Cerita Christopher Columbus adalah buatan. Bagaimana dengan cerita Marco Polo?
The Black Nobility mendapatkan gelarnya tersebut melalu trik-trik kotor, jadi ketika penduduk memberontak melawan monopoli dalam pemerintah, seperti di tempat lain, para pemimpin pemberontakan dengan cepat ditangkap dan digantung. The Black Nobility menggunakan pembunuhan, pemerasan, pembangkrutan penduduk yang melawan, penculikan, pemerkosaan dan lain-lain…karena ini lah namanya. Siapakah keluarga-keluarga ini sekarang? Yang paling terkenal adalah:
  1. House of Bernadotte, Swedia
  2. House of Bourbon, Perancis
  3. House of Braganza, Portugal
  4. House of Grimaldi, Monaco
  5. House of Guelph, Britania (yang paling penting)
  6. House of Habsburg, Austria
  7. House of Hanover, Jerman (yang paling penting kedua)
  8. House of Karadjordjevic, Yugoslavia (sebelumnya penting)
  9. House of Liechtenstein, Liechtenstein
  10. House of Nassau, Luxembourg
  11. House of Oldenburg, Denmark
  12. House of Orange, Belanda
  13. House of Savoy, Italia
  14. House of wettin, Belgia
  15. House of Wittlesbach, Jerman
  16. House of Wurttemberg, Jerman
  17. House of Zogu, Albania
  18. Semua keluarga yang dapat dilihat pada silsilah keluarga Windsor
ImageSemua keluarga yang tercantum tersambung dengan the House of Guelph, salah satu keluarga Black Nobility Venice asli, yang mana the House of Windsor dan Ratu Inggris sekarang, Elizabeth II, merupakan keturunannya. The Guelph terikat satu sama lain dengan aristokrasi Jerman melalui House of Hanover yang mana membutuhkan beberapa halaman untuk menyebut semua koneksinya. Hampir semua royal house Eropa berasal dari House of Hanover dan dari house of Guelph – the Black Nobility.
Sebagai contoh: Hanoverian British King George I datang dari the Duchy of Luneburgm bagian dari Jerman bagian utara, yang telah diperintah oleh keluarga Guelph sejak abad ke-12. Sekarang the Guelphs (the Windsors) berkuasa dengan mendominasi pasar bahan mentah, dan selama bertahun-tahun telah menentukan harga emas (sebuah komoditas yang mereka tidak hasilkan dan tidak punyai). The House of Windsor juga mengontrol harga tembaga, zinc dan timah. Bukan kebetulan di mana nilai tukar komoditas terdapat di London, Inggris. Perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh keluarga-keluarga Black Nobility adalah British Petroleum, Oppenheimer, Lonrho, Philbro dan banyak lagi.
Keluarga Black Nobility yang lain adalah the Grosvenors di Inggris. Selama berabad-abad keluarga ini hidup, seperti kebanyakan keluarga Eropa, dengan sewa tanah. Sekarang keluarga tersebut mempunyai 300 hektar tanah di pusat kota London. Tanah tersebut tidak pernah dijual, tetapi dikontrakkan dengan perjanjian kontrak 39 tahun – sewa tanah pada masa pertengahan. Grosvernor Square, yang mana kedutaan besar Amerika berada, dipunyai oleh keluarga Grosvernor, sama seperti Eaton Square. Di Eaton Square apartments disewakan dengan harga 25000 sampai 75000 pounds per bulan (dan itu tidak termasuk biaya pemeliharaan). Ini sebagai gambaran betapa kayanya mereka dari apa yang mereka dapatkan dari sewa tanah, dan kenapa keluarga-keluarga ini seperti the ImageWindsors sama sekali tidak tertarik dengan kemajuan industri yang memanfaatkan kelebihan penduduk. Ini adalah alasan utama kenapa keluarga-keluarga ‘noble’ ini kebanyakan, tidak semua, mengepalai secara salah gerakan-gerakan pro-lingkungan dunia yang utamanya dan secara diam-diam (tentunya) bertujuan untuk membendung pertumbuhan penduduk. Pangeran Philip dan Pangeran Charles adalah simbol yang paling dapat dilihat dari gerakan ini, dan keduanya telah sering berkata dengan gamblang tentang perlunya membersihkan dunia dari orang-orang yang tidak diinginkan.
The Black Nobility adalah pendiri dari secret society sekarang di mana semua yang lain yang terhubung dengan Illuminati berasal dari – the Commitee of 300. The Club of Rome, the C.F.R, the R.I.I.A., the Bilderbergers, the Round Table…semua berasal dari the Committee of 300 dan dari keluarga-keluarga Black Nobility Eropa.
Yang bekerja sama dengan Black Nobility Eropa adalah keluarga-keluarga Amerika seperti the Harrimans dan the McGeorge Bundys. The House of Hanover terlihat orang Jerman, tetapi ia adalah Yahudi. Sama juga dengan the House of Habsburg. Jadi sebenarnya bukan orang Jerman yang mengambil tahta Inggris




sumber
September 6, 2011
Posted by Ashari Riski

"Daddy" Khadafy di Mata Perawat Pribadinya

Oksana Balinskaya, salah seorang perawat pribadi Moammar Khadafy.
MOGILNOYE,Mata cokelat Oksana Balinskaya terpaku pada gambar-gambar Moammar Khadafy di layar televisi. Ia kini sudah berada di rumahnya di Ukraina, tempat ia dibesarkan.
Sementara Khadafy, yang gambar-gambarnya ia saksikan di televisi itu, telah tumbang. Ia kini seorang pemimpin dalam pelarian. Khadafy dikenal sebagai pemimpin kejam dari sebuah negara paria, seorang tukang jagal, seorang pria yang mengalami delusi, yang bercerai dari kenyataan.
Namun Balinskaya, 25 tahun, yang hampir dua tahun bekerja sebagai salah satu dari lima perawat asal Ukraina untuk Khadafy, selalu melihat sosok Khadafy dalam terang yang berbeda. Perempuan itu dulu memeriksa tekanan darah Khadafy, memonitor jantungnya, menusuk Khadafy dengan jarum untuk mengambil darahnya, memberinya vitamin dan pil untuk menyembuhkan penyakitnya, meskipun Khadafy tampaknya tidak memiliki banyak penyakit. Khadafy seorang pria sehat.
Ketika itu Balinskaya bahkan punya panggilan khusus untuk Khadafy, yaitu "Daddy". Semua perawat Ukraina memanggil dia begitu. Itu merupakan nama panggilan yang digunakan ketika berbicara tentang Khadafy di antara mereka sendiri, tanpa menarik perhatian. "Daddy beri kami pekerjaan, uang dan kehidupan yang baik," katanya seperti dikutip CNN, Minggu (4/9/2011).
Sekarang, jauh dari padang pasir Libya, Balinskaya duduk di meja dapur bersama suaminya yang asal Serbia, menatap televisi yang ditempatkan di atas kulkas. Gambar-bambar para pemberontak Libya berkelebat dalam siaran televisi itu. Perempuan itu akan merasa kasihan jika Khadafy sampai terbunuh atau tertangkap.
"Khadafy cukup perhatian pada kami," katanya. "Dia bertanya kepada kami apakah kami bahagia dan apakah kami punya segala sesuatu yang kami butuhkan."
Setiap September, pada peringatan Khadafy meraih kekuasaan, ia memberikan souvenir bagi para perawat Ukraina itu dan anggota lain di lingkaran dalam kekuasaannya. Balinskaya menerima sebuah medali dan jam tangan yang berukir foto Khadafy.
Balinskaya dulu bergantian dengan para perawat lain mengawal Khadafy dalam perjalanan ke luar negeri. Keberadaan mereka di sekitar Khadafy kadang-kadang memicu desas-desus di media tentang harem Khadafy. Namun semua yang dikatakan tentang Khadafy tampaknya bertentangan dengan apa yang Balinskaya tahu tentang pria itu, termasuk tuduhan oleh pengasuh anak keluarga Khadafy dan para staf rumah tangga bahwa mereka disiksa dan dilecehkan.
Khadafy, kata Balinskaya, selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Tugasnya berakhir karena perang saudara pecah di Libya. Ia pun menyayangkan apa yang terjadi pada bangsa itu. "Jika bukan Khadafy, siapa lagi yang akan membangun negara itu?" katanya. "Dialah yang membangun Libya. Dia yang memindahkan rakyat Libya dari punggung unta ke dalam mobil."
Tak ada lipstik
Ketika Khadafy mengunjungi Ukraina pada Oktober 2009, Balinskaya sudah lulus dari sekolah perawat di Kiev dan telah bekerja di tempat asalnya di Mogilnoye selama tiga tahun. Namun hidup tidak mudah di Ukraina. Dia hanya mendapat 125 dollar AS (atau sejuta rupiah) sebulan. Perempuan itu tahu tentang peluang di Libya dan telah mengajukan aplikasi untuk bekerja di sana. Itu merupakan kesempatan untuk mengubah nasib. Gaji lebih tinggi di Libya dan dia akan menerima fasilitas rumah dan fasilitas lainnya.
Dia telah menunggu jawaban atas lamarannya sekitar sebulan ketika Khadafy tiba untuk kunjungan kenegaraannya ke Ukraina. Sebuah pertemuan diatur bagi Khadafy untuk berjumpa dengan enam calon perawat pribadinya. Balinskaya salah satu dari mereka. Dia hanya tahu sedikit tentang Khadafy dan merasa gugup pada pertemuan pertama mereka. Tiga dari enam perawat itu sudah bekerja di Libya dan tahu bahasa Arab. Balinskaya berpikir, dirinya tidak punya kesempatan.
Khadafy menyapa mereka tapi Balinskaya mengatakan tidak ada yang istimewa dalam proses seleksi itu. "Saya tidak tahu bagaimana ia membuat pilihan, mungkin dia psikolog yang baik," katanya. Balinskaya belakangan tahu bahwa Khadafy dapat memahami orang-orang dari jabatan tangan pertama, dari tatapan mata mereka.
Tak lama kemudian, Balinskaya berada dalam perjalanan ke Tripoli. Tugasnya semata-mata untuk mengobati Khadafy dan keluarga besarnya. Aturannya yang ketat; para perawat Ukraina yang cantik-cantik itu tidak boleh memakai riasan mencolok atau mengenakan pakaian terbuka.
"Penampilan kami sangat sederhana sehingga tidak menarik perhatian siapa pun," katanya. "Kami tidak pernah mengenakan lipstik ketika pergi ke rumahnya."
Balinskaya selalu dikelilingi orang-orang lain -istri Khadafy, anak-anak, cucu, para pejabat  lingkaran dalam kekuasaannya. "Tak seorang pun dari kami yang pernah hanya berduaan dengan dia," katanya. "Bahkan tidak ada satu kamar di rumahnya di mana kami mungkin bisa ditinggal berduaan dengan dia."
Maka, dia terkejut dengan gosip bahwa Khadafy punya hubungan seksual dengan para perawat luar negerinya. Perawat kawakan Ukraina, Galina Kolonitskaya, 38 tahun, yang telah bekerja dengan Khadafy selama hampir satu dekade, digambarkan dalam kawat-kawat diplomatik AS yang diposting WikiLeaks sebagai "si pirang yang menggairahkan" yang "tahu rutinitas Khadafy." Dalam kawat-kawat itu dikatakan bahwa diktator Libya tersebut sangat bergantung pada Kolonitskaya.
"Galina perawat yang sama seperti kami semua," kata Balinskaya. "Dia tentu saja seorang wanita yang sangat menarik dan sangat baik hati. Dia banyak membantu saya. Saya tidak tahu siapa yang menciptakan citra tentang kami para perawat, serta tentang pengawal wanitanya," katanya. "Bagaimana bisa orang yang berpikiran waras menganggap bahwa kami bisa punya hubungan intim dengan Khadafy?"
Berharap kembali ke Libya
Balinskaya dan Kolonitskaya meninggalkan Libya pada Februari lalu ketika pemberontakan terhadap Khadafy bermula. Namun bukan hanya ancaman perang itu yang mendorong Balinskaya untuk pulang. Dia sedang hamil ketika itu dan perutnya mulai kelihatan membesar. Dia lalu kembali ke tempat asalnya di Mogilnoye, sebuah desa di selatan Kiev. Suaminya, Dejan, 38 tahun, seorang pengusaha Serbia, bergabung dengan dia di sana. Bulan lalu, ketika rezim Khadafy limbung, Balinskaya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Para wartawan yang ingin mendengar kisah-kisah Kolonitskaya tentang Khadafy, berbaris di pintu apartemennya. Namun perawat itu menghindari publisitas. "Semua gosip tentang Kolonitskaya tidak benar," kata Balinskaya. "Dia benar-benar muak. Terlalu banyak perhatian padanya dan semua tanpa alasan."
Para perawat, kata Balinskaya, tidak punya hubungan pribadi dengan Khadafy. "Saya hanya bisa mengatakan hal-hal yang baik tentang dia," katanya, sambil berpikir tentang kehidupan yang nyaman dia di Libya dan bermimpi bagaimana hal itu terjadi lagi. "Saya sangat berharap, kami bisa kembali ke Libya," katanya, sambil membolak-balik album berisi foto-foto dirinya di Libya.
Hanya saja, sekarang Libya sudah berbeda. Libya tanpa Khadafy. Tanpa "Daddy".





Sumber:
September 5, 2011
Posted by Ashari Riski

Lapan: Teleskop Tak Mampu Lihat Hilal Rendah

  Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan, sampai saat ini di dunia tidak ada teleskop yang mampu melihat hilal dengan ketinggian di bawah 4 derajat.     

"Problemnya dengan teleskop secanggih apa pun, baik cahaya hilal dan cahaya senja di ufuk sama-sama diperkuat, sehingga hilal di ketinggian rendah tetap sulit terlihat," kata Thomas Djamaluddin di Jakarta, Minggu (28/8/2011).     

Ia menanggapi tentang adanya perbedaan pendapat dalam menentukan penanggalan Hijriah seperti penentuan 1 Syawal, 1 Ramadhan, dan lainnya, yakni kriteria wujudul hilal yang menekankan hanya pada hisab dan kriteria Imkan Rukyat yang mengharuskan visibilitas hilal di samping hisab.     

"Ketinggian hilal sangat rendah pada 29 Ramadhan (29 Agustus), yakni di bawah dua derajat, maka kemungkinan besar rukyat itu akan gagal melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri seharusnya jatuh pada 31 Agustus," kata Djamal.     

Pakar antariksa yang juga anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR) itu menegaskan, cahaya hilal dan cahaya senja berasal dari matahari, jadi panjang gelombangnya sama dan tidak bisa difilter.     

Tidak ada teknologi yang mampu melihat hilal (bulan sabit) di bawah 4 derajat, dan secara teori pun tidak ada teknologi yang bisa mengatur tingkat kekontrasan agar hilal bisa lebih tampak dibanding cahaya senja, kecuali ada teknologi yang bisa mematahkan teori tersebut. 

"Kriteria hisab yang saat ini digunakan oleh Muhammadiyah seharusnya diperbaiki, kriteria tersebut terlalu sederhana," katanya, sambil menekankan pentingnya penyatuan kriteria penentuan tanggal Hijriah.     

Agar bisa merukyat bulan, ujarnya, jarak bulan dan matahari minimal 6,4 derajat dan beda antara tinggi bulan dan matahari dari ufuk minimal 4 derajat. Jadi, hilal baru bisa teramati jika melebihi kriteria itu.




sumber
August 28, 2011
Posted by Ashari Riski

Pemprov Jatim Siapkan 131 Bus Gratis

ilustrasi
SURABAYA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan 131 bus untuk mudik gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Sebanyak 131 bus dengan 7.000 kapasitas tempat duduk itu melayani puluhan jalur mudik dari Kota Surabaya seperti ke Malang, Lumajang, Blitar, Kediri, Jember, Banyuwangi, dan Pacitan.
"Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 kemarin di kantor dinas perhubungan dan LLAJ Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Warga yang ikut bisa mendaftar dengan membawa fotokopi KTP dan KSK," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi, Selasa (2/8/2011).
Pemberangkatan mudik gratis dilaksanakan dua kali, yakni pada 27 dan 28 Agustus nanti. Secara simbolis, pemberangkatan akan dilakukan oleh Gubernur Jatim Soekarwo.
Mudik gratis ini, menurut Wahid, adalah program yang digelar sebagai upaya mengurangi volume kendaraan saat Lebaran serta mengurangi angka kecelakaan saat Lebaran, khususnya bagi kendaraan roda dua. "Mudik gratis ini khusus kami sediakan bagi warga yang kurang mampu, seperti buruh pabrik, pedagang kaki lima, dan pelajar," ujarnya.
Selain menyediakan angkutan bus gratis, Pemprov Jatim juga menyediakan angkutan laut gratis dengan jalur Surabaya-Masalembo dan Tanjungwangi-Sapeken. Angkutan laut gratis ini menyediakan 3.000 tempat duduk, sementara pendaftarannya dibuka pada 5 Agustus mendatang.
Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mencapai lebih dari 5,7 juta orang. Jumlah itu mengalami kenaikan 6,17 persen dari tahun kemarin.
August 3, 2011
Posted by Ashari Riski

Membangun Generasi Tangguh


Haryono Suyono
Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia
untuk Kesejahteraan Sosial



Sabtu, 30 Juli 2011

Menjelang bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Bupati Pacitan Drs Indartato MM bersama seluruh anggota tim pengelola posdaya yang dibentuknya, beberapa bulan lalu, menggelar pertemuan dengan para guru dan pengasuh pendidikan anak usia dini (PAUD) dari seluruh desa di Pacitan, Jatim. Mereka memperoleh gemblengan dari Tim Dosen Program Studi PAUD dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang khusus diundang ke Pacitan untuk menyegarkan para guru dan meningkatkan mutu pendidikan.

Tekad Bupati Pacitan yang luhur itu didasari kepercayaan bahwa masa depan bangsa sangat tergantung bagaimana generasi masa kini mempersiapkan anak cucu secara dini agar tegar menghadapi tantangan zaman dengan kualitas prima. PAUD telah dikembangkan di banyak desa dan dukuh di Pacitan, dan dalam rangkaian pengembangan pos pemberdayaan keluarga (posdaya) di seluruh pelosok Pacitan, pengembangan PAUD mendapat prioritas yang sangat tinggi.
Untuk keperluan ini, para dosen dari UNJ telah mempersiapkan buku petunjuk sederhana bagaimana membentuk dan membina PAUD. Dalam waktu dekat akan diterbitkan pula buku-buku sederhana tentang program dan kegiatan PAUD sebagai pegangan setiap guru PAUD untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu PAUD yang dikelolanya.
Penyegaran yang akan dilakukan di Pacitan itu sekaligus dikaitkan dengan upaya menempatkan PAUD sebagai salah satu kegiatan untuk menolong para ibu yang mempunyai anak balita guna menempatkan anak-anak mereka di PAUD. Dengan demikian, para ibu bisa mengembangkan potensi mereka dengan baik. Bagi para ibu yang masih buta aksara dapat mengikuti kursus baca-tulis. Para ibu yang belum menyelesaikan pendidikan SD, SMP, dan SMA bisa mengikuti kegiatan kursus Paket A, B, atau C. Dengan bekal pendidikan yang diperolehnya, diharapkan mereka bisa menjadi pembimbing anak-anak mereka apabila sudah memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan silaturahmi dalam posdaya dirancang program kegiatan ekonomi keluarga yang memprioritaskan pelatihan keterampilan untuk ibu muda yang memiliki anak balita. Mereka diusahakan mendapat pelatihan keterampilan dan diajak membangun ekonomi bersama dengan modal yang disediakan melalui kredit berbunga ringan. Mereka diajak mengembangkan budaya gemar menabung agar masa depannya jauh lebih baik. Melalui kerja sama dengan BPR Jatim, mereka diberi kesempatan mempergunakan tabungannya sebagai agunan untuk kredit mikro yang dibutuhkannya.
Karena itu, dalam kesempatan penyegaran guru-guru PAUD di Pacitan, para ibu didorong untuk menabung. Sebagai perangsang, mereka sengaja diberikan buku tabungan yang sudah ada isinya dan dijanjikan bahwa tabungannya tidak dikenakan biaya administrasi sesen pun.
Pancingan ini dimaksudkan agar setiap penabung segera menambah isi buku tabungannya dan mempergunakan buku tabungan itu untuk agunan pinjaman yang diperlukan guna membangun ekonomi rumah tangga. Di lain pihak, para ibu dilatih keterampilan khusus usaha sebagai bekal untuk menjadi pengusaha.
Di samping itu, setiap orangtua diajak mengubah halaman rumahnya menjadi kebun bergizi agar asupan gizi untuk anak-anak balitanya bertambah baik. Karena, mereka bisa mengonsumsi tanaman dan hasil unggas atau ikan yang ditanam/dipelihara di halaman kebun bergizi masing-masing. *** 














sumber : http://www.suarakarya-online.com

July 30, 2011
Posted by Ashari Riski

MoU Keamanan Perbatasan Ditandatangani

SURABAYA, KOMPAS.com — Lima kabupaten di wilayah perbatasan Jawa Timur akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan kabupaten perbatasan di Jawa Tengah. MoU itu untuk memerinci pelaksanaan teknis di lapangan terkait penegakan peraturan daerah (perda) di wilayah perbatasan antarprovinsi.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Asyhar, mengatakan, lima kabupaten yang akan menandatangan MOU untuk pengamanan wilayah perbatasan adalah Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Magetan, dan Pacitan.
"Bojonegoro MoU dengan Rembang, Bojonegoro dengan Blora, Ngawi dengan Sragen, Magetan dengan Karang Anyar, dan Pacitan MoU dengan Wonogiri," ujar Asyhar ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/7/2011).
Menurut Asyhar, MoU itu merupakan tindaklanjut dari MoU yang diteken Kepala Satpol PP Jawa Timur Dwi Sisparyanto dengan Kepala Satpol PP Jawa Tengah M Arief Irwanto pada 16 Juni lalu di Yogyakarta.
Untuk memastikan pengamanan apa saja yang akan digarap bersama, selama dua hari mulai Minggu (24/7/2011) malam hingga Senin (25/7/2011) sore, Kepala Satpol PP dan Kepala Bagian Kerja Sama se-Jawa Timur, Kepala Satpol PP Kabupaten di Jawa Tengah yang wilayahnya berbatasan dengan Jawa Timur berkumpul di Hotel Utami, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, untuk membahas masalah tersebut. "Jadi, semua kisi-kisi teknisnya akan dibahas semua di Utami," jelasnya.
Kepala Bidang Program Kantor Satpol PP Jawa Timur, Sunarto, menambahkan, penegakan perda bersama-sama sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut dituangkan dalam sepuluh perjanjian.
Isi perjanjian itu di antaranya penegakan perda terkait peredaran minuman keras, pengemis gelandangan dan orang terlantar, tertib administrasi kependudukan, penambangan bahan galian golongan C, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pembuangan limbah, penanganan pengaduan, pertukaran informasi pemulangan ke daerah asal, dan patroli terpadu.(Mujib Anwar)
July 26, 2011
Posted by Ashari Riski

Telkomsel Jatim Modernisasi Jaringan

 


Provinsi Jawa Timur (Jatim) selalu jadi perhatian serius para operator telekomunikasi, tak terkecuali tiap menjelang Ramadhan dan Lebaran.


Selain membidik lonjakan pendapatan dari aktivitas dan pergerakan manusia, para operator juga tidak mau mengambil risiko anjloknya citra hanya karena banyak masyarakat dari kota yang tidak mendapat sinyal komunikasi seluler saat berada di daerah. Menurut GM Network Operation Telkomsel Regional Jatim Galumbang Pasaribu, akan ada 9,5 juta pelanggan Telkomsel yang berkomunikasi selama periode mudik Lebaran di Jawa Timur.
"Meski semua berkomunikasi dalam waktu bersamaan, namun kapasitas jaringan yang terpakai baru sekitar 88 persen saja. Jadi, pelayanan kami masih aman," ujarnya didampingi Manager Corporate Communications Telkomsel Area Jawa Bali Sri Ambar Yusmeniwati di Surabaya, kemarin.
Tak puas hanya dengan menyediakan kapasitas jaringan, operator pelat merah ini juga melakukan modernisasi (upgrading) perangkat. Bahkan, di Kabupaten Pacitan, yang selama ini tidak begitu menjadi perhatian operator telekomunikasi lainnya, justru menjadi wilayah pertama untuk kegiatan modernisasi seluruh infrastruktur Telkomsel.
Tidak mengherankan bila seluruh menara pemancar telekomunikasi (base transceiver station/BTS) Telkomsel di wilayah terpencil kini sudah bisa mendukung penggunaan teknologi terkini mulai dari telepon, SMS, hingga layanan data. Hasilnya langsung terasa. Telkomsel mengklaim penggunaaan layanan data (internet) di Pacitan melonjak hingga 40 persen setelah modernisasi jaringan.
Bukan hanya itu, Telkomsel saat ini juga sedang mengusahakan agar transmisi di daerah asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dibuat berlapis. Ini dikarenakan tingkat kepadatan komunikasi di wilayah yang sedang menggeliat ini cenderung terus meningkat.
Namun, perlakuan istimewa terhadap Pacitan bukan semata-mata berdasarkan daerah asal Presiden SBY. Wilayah Pacitan yang berbukit-bukit dan rawan longsor memang membutuhkan fasilitas yang lebih banyak dibanding daerah lain. "Kami ingin komunikasi pelanggan tetap nyaman, termasuk ketika salah satu BTS terbawa tanah longsor," ujarnya.
Keluhan tanah labil ini sebetulnya bukan hanya dirasakan Telkomsel. BTS milik operator telekomunikasi lain juga kerap menjadi "makanan" tanah longsor. Tak mau ambil risiko, Telkomsel sendiri selalu aktif melakukan antisipasi untuk mencegah kemungkinan terburuk.
Menyusul Pacitan, secara bertahap, Telkomsel terus melakukan modernisasi jaringan. Hingga saat ini modernisasi sudah menjangkau 50 persen jaringan yang ada. Hingga menjelang Lebaran atau akhir Agustus 2011, sebanyak 90 persen jaringan Telkomsel di Jatim dengan dukungan 9.000 BTS 2G dan 5.000 BTS 3G sudah dimodernisasi.
Kini, Telkomsel Jatim hanya perlu memetakan pola lonjakan komunikasi menghadapi periode Puasa dan Lebaran tahun ini. Bila mengacu tahun sebelumnya, lonjakan komunikasi akan terasa saat arus mudik dimulai untuk berziarah menjelang Ramadhan dan sejak H-3 Lebaran untuk bersilaturahmi.
Untuk mendukung kualitas jaringan, Telkomsel menambah kapasitas di berbagai wilayah tujuan mudik lain, seperti Gresik, Madiun, Banyuwangi, Kediri, Lamongan, Jember, dan Banyuwangi. Telkomsel juga siap mengirim BTS Mobile (combat) ke objek wisata serta pintu kedatangan (bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun) yang biasanya selalu ada lonjakan.
Pihaknya juga mulai membentuk Satgas Lebaran yang ditugaskan memantau jaringan selama 24 jam. "Semua personel Network Operation Telkomsel Jatim, tidak kami perkenankan cuti selama Lebaran. Ini karena banyak masyarakat yang membutuhkan mereka," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Telkomsel juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan T-Cash untuk memberi kenyamanan dan keamanan saat mudik Lebaran. Hingga saat ini, produk dompet elektronik itu baru digunakan 5,7 juta dari total lebih dari 100 juta pelangan Telkomsel. "Produk alat pembayaran seperti T-Cash tidak dimiliki operator lain. Maklum bila banyak masyarakat yang tidak tahu," ujarnya.

Posted by Ashari Riski

Pemilik Sumur Tiban di Pacitan Tidak Tahu Airnya Berkhasiat

Pacitan - Kemunculan sumur tiban di Pacitan bukan hanya mengejutkan warga sekitar namun juga membuat Bejo, si penemu kebingungan. Pasalnya, banyak orang yang mendatangi rumahnya dan minta air untuk obat.

Akibatnya, Bejo harus rela naik turun gunung puluhan kali per hari menuju lokasi. Dia pun mengaku rela melakukannya karena medan menuju tempat keberadaan sumur tiban relatif berat. Sebab posisinya berada di lereng dengan jalan setapak.

"Mesakke menawi mundhut piyembak. Pramila kula pendhetaken dateng belik (Kasihan kalau harus mengambil sendiri. Makanya saya ambilkan ke sumur)," kata Bejo, penemu sekaligus pemilik lahan kepada wartawan.

Semula, dirinya tidak mengetahui jika air dari sumber yang ditemukan diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Dia pun hanya bermaksud menjadikannya sebagai sumber untuk pengairan tanaman buncis miliknya.

Namun lantaran makin banyak orang yang datang, dia mengurungkan niat itu. Sebagai gantinya, Bejo siang malam harus berada di areal sumur untuk menjaga sekaligus antisipasi jika ada orang yang membutuhkannya.

Sebenarnya, terang Bejo, aspek mistis yang menyertai munculnya sumur tiban terjadi secara tidak sengaja. Ini menyusul adanya seorang warga yang saat melintas lokasi tersebut sedang mengidap pusing-pusing.

Mengetahui ada sumber air, orang tersebut meminum serta mencuci muka. Pengakuannya, setelah melakukan kedua hal tersebut tubuhnya mendadak bugar tanpa keluhan apa-apa. Kabar tersebut lalu menyebar kemana-mana.

"Kula piyambak mboten ngertos. Namine nggih tiyang nggunung mboten paham sing ngoten-ngoten niku (saya sendiri tidak tahu. Namanya orang desa, tidak faham yang seperti itu)," tuturnya lugu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah sumur tiban ditemukan warga Dusun Klitik Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Anehnya, lokasi penemuan berada di lahan kritis tandus dan terjal.

Hingga saat ini ratusan orang telah datang ke areal tersebut, baik untuk sekedar melihat ataupun berobat.

Keberadaan sumur tiban sendiri berada di lokasi yang relatif sulit dijangkau. Sebagai ilustrasi, saat hendak menuju lokasi, detiksurabaya.com harus berjalan kaki sejauh 1 Km lebih dengan medan menurun dan jalan setapak.

Ini setelah melewati jalan berbatu sejauh hampir 2 Km menggunakan kendaraan roda dua. Setibanya di permukiman, sepeda motor dititipkan di rumah warga dan dilanjutkan jalan kaki hingga dengan lokasi.

(fat/fat)



sumber: detikSurabaya.com 
Posted by Ashari Riski

Ditemukan Bukti Korupsi Pantai Pacitan

k2-kotakita.blogspot.com
PACITAN | SURYA Online - Alih fungi obyek wisata Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan Jawa Timur, diduga terindikasi korupsi. Hal ini ditemukan tim investigasi yang dibentuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan.
Salah seorang anggota tim, Hadi Waluyo, membenarkan pihaknya telah melakukan penyelidikan maupun pengumpulan data serta keterangan yang sangat mengerucut. “Ada beberapa bukti petunjuk baru, di luar data awal yang mereka peroleh dari pelapor, Abdul Muid Anwar,” katanya.
Informasi dari sumber kejaksaan menyebutkan, tindak pidana korupsi ditemukan karena ada unsur gratifikasi kepada pejabat lokal yang membidangi urusan kepariwisataan saat itu. Namun siapa pejabat yang bakal terseret, sumber itu enggan menyebutkan. “Belum ada tersangka, tetapi sudah ada beberapa pihak yang dibidik. Kami masih melakukan penajaman agar data yang dikumpulkan lengkap, kemudian dikaji,” ujarnya.
Sementara itu, Kejari akan menggunakan hasil penyidikan tersebut sebagai dasar penerbitan surat penetapan tersangka. Selain itu, hasil itu juga untuk menghitung jumlah kerugian negara akibat keputusan alih kelola tersebut.
Jika sesuai rencana, tim penyidik kembali akan memanggil sejumlah orang yang dinilai mengetahui proses alih fungsi pengelolaan. Kali ini, pihak yang akan dipanggil berasal dari pihak pengelola Pantai Teleng Ria.
Sebelumnya, kejaksaan masih fokus untuk memeriksa sejumlah pengambil kebijakan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan untuk mengungkap dugaan korupsi dalam proses alih kelola salah satu objek wisata andalan “Kota 1001 Goa” tersebut.
Ia menolak membeberkan tentang apa saja yang menjadi isi materi penyidikan, seban hal tersebut malah berpotensi menghambat proses penyidikan itu sendiri. “Kami juga tahu sekarang ada undang-undang KIP (keterbukaan informasi publik). Tapi itu tidak berarti (semua) harus diinformasikan karena dapat menghambat penyidikan itu sendiri,” jawabnya.
Dugaan penyimpangan dan korupsi alih pengelolaan itu bermula dari digelarnya aksi demonstrasi mantan Wakil Bupati Pacitan periode 2001-2006, Abdul Muid Anwar tahun 2009. Saat itu, ia juga membawa satu bendel kertas yang diklaimnya sebagai bukti-bukti tindak penyelewengan dalam kasus alih kelola Pantai Teleng Ria.
July 23, 2011
Posted by Ashari Riski

Anggaran Minim Pacitan Tak Rekrut CPNS

PACITAN | SURYA Online - Karena minimnya anggaran yang dimiliki, Pemkab Pacitan Jawa Timur, menyatakan tidak akan merekrut CPNS baru selama 2011. Saat ini, jumlah PNS yang ada sebanyak 9.000 orang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pacitan, Marwan mengatakan saat ini dari total anggaran yang ada sekitar Rp 700 miliar, sebanyak Rp 490 miliar untuk gaji PNS sisanya Rp 210 miliar untuk anggaran belanja langsung daerah. “Kami tidak mungkin menambah PNS baru, karena hanya akan membebani anggaran daerah, belanja publik bisa-bisa akan habis,” ujarnya, Minggu (17/7/2011).
Namun diakui Marwan, saat jumlah PNS memang kurang. Sebab berdasar rasio, idealnya jumlah PNS untuk Pacitan sebanyak 11 ribu orang. Sebab berdasar standar nasional, untuk melayani 600 ribu orang lebih, dibutuhkan minimal 11 ribu PNS. “Standar nasional juga menyebutkan, idealnya satu PNS melayani 50 orang warga,” ujar Marwan.
July 18, 2011
Posted by Ashari Riski

Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 1 Pacitan Tahun Pelajaran 2011/2012 Melalui Jalur PPDB Umum (Non-PMDK)

TKI : Teknologi Komputer & Informatika
Sumber www.smkn1pacitan.sch.id



 No.   NoDaf  Nama Th. Lulus    JML UN  Wcr   BP NAS  Ket.
1 0369 Muhammad Ilyas 2011 37.20 27.00  0 36.180  Pilihan 1
2 0232 Rahmat Wiratmoko 2011 36.70 30.00  0 36.030  Pilihan 1
3 0231 Bastian Wisnu Priyatna 2011 36.15 30.00  0 35.535  Pilihan 1
4 0017 Wulan Wahyuningsih 2011 36.15 30.00  0 35.535  Pilihan 1
5 0270 Furqon Hanif 2011 35.75 29.00  0 35.075  Pilihan 1
6 0095 Dita Dwi Susanti 2011 33.25 30.00  2 34.925  Pilihan 1
7 0168 Ahmat Jalali 2011 35.40 30.00  0 34.860  Pilihan 1
8 0094 Dewi Nurfatimah 2011 33.15 30.00  2 34.835  Pilihan 1
9 0073 Dimas Vicky Alfaridzi 2011 35.35 29.00  0 34.715  Pilihan 1
10 0313 Fuad Syaefudin 2011 35.20 30.00  0 34.680  Pilihan 1
11 0464 Widianto 2011 35.30 29.00  0 34.670  Pilihan 1
12 0461 Devvara Routaries 2011 35.35 28.00  0 34.615  Pilihan 1
13 0277 Wildania Anggraini 2011 35.05 30.00  0 34.545  Pilihan 1
14 0203 Agung Prasetyobudi 2011 34.95 30.00  0 34.455  Pilihan 1
15 0025 Widhi Khrisna Subrata 2011 34.25 26.00  1 34.425  Pilihan 1
16 0359 Riska Andriyanty 2011 34.90 30.00  0 34.410  Pilihan 1
17 0457 Dedy Hariyanto 2011 34.70 30.00  0 34.230  Pilihan 1
18 0085 Tunggal Gunantoro 2011 34.60 30.00  0 34.140  Pilihan 1
19 0363 Abdul Rozaq Al Azhiim 2011 34.55 30.00  0 34.095  Pilihan 1
20 0317 Khusnul Arrosid 2011 34.65 29.00  0 34.085  Pilihan 1
21 0169 Dika Rio Nirwansyah 2011 32.25 30.00  2 34.025  Pilihan 1
22 0163 Singgih Choirul Rizki 2011 34.45 30.00  0 34.005  Pilihan 1
23 0265 Bonifasius Yumadika Chrysta 2011 34.40 30.00  0 33.960 Pilihan 1
24 0072 Fitri Eka Sari 2011 34.65 27.00  0 33.885  Pilihan 1
25 0400 Inggrit Sinara Dewi 2011 34.30 30.00  0 33.870  Pilihan 1
26 0162 Dirganu Dikia Irwanda 2011 34.55 27.00  0 33.795  Pilihan 1
27 0300 Aditya Risma Hani 2011 33.30 28.00  1 33.770  Pilihan 1
28 0117 Galih Wasito Aji 2011 34.10 30.00  0 33.690  Pilihan 1
29 0246 Nanda Wahid Tabah Nurani 2011 34.00 30.00  0 33.600  Pilihan 1
30 0263 Ferlianda Dimas Pratama 2011 34.00 30.00  0 33.600  Pilihan 1
31 0357 Annosi Aliodsa Asrin 2011 34.20 28.00  0 33.580  Pilihan 1
32 0041 Wahyu Ageng Fitri Vitari 2011 33.90 30.00  0 33.510  Pilihan 1
33 0462 Andreas Anggi Yudha Nindika 2011 34.30 26.00  0 33.470  Pilihan 1
34 0173 Amirul Mukminin 2011 33.90 29.00   0 33.410  Pilihan 1
35 0104 Andika Setya Budi 2011 34.45 24.00 0 33.405  Pilihan 1
36 0314 Muhhamad Kholid AN 2011 34.10 27.00 0 33.390  Pilihan 1
37 0332 Muhammad Arif Saputra 2011 33.75 30.00 0 33.375   Pilihan 1
38 0172 Binti Zulaiha 2011 33.85 29.00 0 33.365 Pilihan 1
39 0348 Linda Nur Safitri 2011 32.60 30.00 1 33.340 Pilihan 1
40 0053 Resti Wulansari 2011 33.80 29.00 0 33.320 Pilihan 1
41 0131 Karina Zahra Putri 2011 33.65 30.00 0 33.285 Pilihan 1
42 0307 Fals Danny Alvan 2011 33.65 30.00 0 33.285 Pilihan 1
43 0237 Otong Sagita Putra 2011 33.60 30.00 0 33.240 Pilihan 1
44 0364 Bayuning Dwi Nugroho 2011 33.60 30.00 0 33.240 Pilihan 1
45 0233 Rizki Apri Arianto 2011 33.70 29.00 0 33.230 Pilihan 1
46 0390 Farito Aglanu 2011 33.60 29.00 0 33.140 Pilihan 1
47 0130 Wenni Saputri 2011 33.45 30.00 0 33.105 Pilihan 1
48 0392 Siska Arum Widowati 2011 33.40 30.00 0 33.060 Pilihan 1
49 0079 Tri Budi Setiawan 2011 33.35 30.00 0 33.015 Pilihan 1
50 0088 Faridatul Latifah 2011 33.45 29.00 0 33.005 Pilihan 1
51 0316 Rizfi Khoirun Nisa 2011 33.45 29.00 0 33.005 Pilihan 1
52 0050 Saka Guna Wijaya 2011 33.55 28.00 0 32.995 Pilihan 1
53 0210 Achmad Bhakti Nugroho 2011 33.50 28.00 0 32.950 Pilihan 1
54 0002 Muhammad Latief Akbar 2011 33.35 29.00 0 32.915 Pilihan 1
55 0212 Nurul Hidayah 2011 33.45 28.00 0 32.905 Pilihan 1
56 0209 Ahmad Aji Prasetyo 2011 33.15 29.00 0 32.735 Pilihan 1
57 0081 Nurkholis Fatkurrahman K 2011 33.45 26.00 0 32.705 Pilihan 1
58 0078 Fenny Tri Wulan Dari 2011 33.00 30.00 0 32.700 Pilihan 1
59 0250 Bayu Epri Hermawan 2011 32.95 30.00 0 32.655 Pilihan 1
60 0318 Ari Setiawan 2011 33.35 26.00 0 32.615 Pilihan 1
61 0336 Rizki Amalia Ramadhani 2011 32.80 30.00 0 32.520 Pilihan 1
62 0257 Yana Rahmadhan 2011 33.10 27.00 0 32.490 Pilihan 1
63 0341 Bambang Taufiq Rohman 2011 32.75 30.00 0 32.475 Pilihan 1
64 0308 Rizki Yuliana 2011 32.95 28.00 0 32.455 Pilihan 1
65 0442 Uswatun Chasanah 2011 32.70 30.00 0 32.430 Pilihan 1
66 0249 Hafiz Aditya Martha 2011 32.80 29.00 0 32.420 Pilihan 1
67 0174 Tio Aditya 2011 32.75 29.00 0 32.375 Pilihan 1
68 0426 Yurida Liqoumi 2011 32.70 29.00 0 32.330 Pilihan 1
69 0408 Riski Ashari 2011 32.45 30.00 0 32.205 Pilihan 1
70 0083 Lusiana Dwiarti 2011 32.45 30.00 0 32.205 Pilihan 1
71 0043 Muhammad Syamsul Zubari 2011 33.30 22.00 0 32.170 Pilihan 1
72 0319 Dwi Sulis Ardianto 2011 32.80 26.00 0 32.120 Pilihan 1
73 0175 Bayu Aji Purwono 2011 32.35 30.00 0 32.115 Pilihan 1
74 0220 Vika Deviana 2011 32.45 29.00 0 32.105 Pilihan 1
75 0012 Giant Budi Pangestu 2011 32.45 29.00 0 32.105 Pilihan 1
76 0429 Defita Intan Sari 2011 30.20 29.00 2 32.080 Pilihan 1
77 0204 Chairul Imam Albafiqi 2011 32.30 30.00 0 32.070 Pilihan 1
78 0042 Ridlo Pratama Suryananda 2011 32.40 29.00 0 32.060 Pilihan 1
79 0129 Dian Agni Arditama 2011 32.35 29.00 0 32.015 Pilihan 1
80 0188 Dwi Hartanti 2011 32.20 29.00 0 31.880 Pilihan 1
81 0340 Rohman Syaifuddin 2011 32.10 29.00 0 31.790 Pilihan 1
82 0036 Ricky Ivandrianto 2011 31.95 30.00 0 31.755 Pilihan 1
83 0037 Diky Suryadin 2011 32.10 28.00 0 31.690 Pilihan 1
84 0333 Eko Siswoyo 2011 32.20 27.00 0 31.680 Pilihan 1
85 0238 Bagus Panuntun Nugroho 2011 31.95 29.00 0 31.655 Pilihan 1
86 0222 Akbar Maulana 2011 31.60 30.00 0 31.440 Pilihan 1
87 0449 Lucky Dwi Prasetyanti 2011 31.60 30.00 0 31.440 Pilihan 1
88 0327 Arfigo Rizzaldy 2011 31.60 30.00 0 31.440 Pilihan 1
89 0201 Dwi Witanto 2011 31.65 28.00 0 31.285 Pilihan 1
90 0068 Dayya Catur Alamsyah 2011 31.35 30.00 0 31.215 Pilihan 1
91 0107 Syafi'atul Lailiyah 2011 31.45 29.00 0 31.205 Pilihan 1
92 0368 Ahmad Khoirul Azmi 2011 31.40 29.00 0 31.160 Pilihan 1
93 0195 Ari Indra Prasetiya 2011 31.40 29.00 0 31.160 Pilihan 1
94 0295 Bayu Bhakti 2011 31.50 28.00 0 31.150 Pilihan 1
95 0256 Pribadi Wirasatria 2011 31.50 28.00 0 31.150 Pilihan 1
96 0105 Sigit Nugroho Tri Susanto 2011 31.50 28.00 0 31.150 Pilihan 1
97 0075 Muhammad Ryan Fahreza 2011 31.35 29.00 0 31.115 Pilihan 1
98 0145 Azizul Kamaludin 2011 31.15 30.00 0 31.035 Pilihan 1
99 0054 Aprilia Widya Kurniawati 2011 31.15 30.00 0 31.035 Pilihan 1
100  0384 Erik Kristiawan 2011 31.35 28.00 0 31.015 Pilihan 1
101  0030 Audika Rafi Rafsanjani 2011 31.05 30.00 0 30.945 Pilihan 1
102  0214 Emi Fujiastutik 2011 31.00 30.00 0 30.900 Pilihan 1
103  0032 Moga Yohana Fidinia Akhira 2011 31.00 30.00 0 30.900 Pilihan 1
104  0278 Netty Cahyaning Tyas 2011 30.95 30.00 0 30.855 Pilihan 1
105  0378 Yanu Eko Lahuri 2011 31.05 29.00 0 30.845 Pilihan 1
106  0334 Hadiyatna Muflihun 2011 31.05 27.00 0 30.645 Pilihan 1
107  0228 Dian wahyu Putra 2011 31.80 20.00 0 30.620 Pilihan 1
108   0020 Dhinar Saptha Abadhi 2011 30.90 28.00 0 30.610 Pilihan 1
109 0109 Oktavian Sabriyanto 2011 30.90 28.00 0 30.610 Pilihan 1
110 0029 Malik Setia Andi 2011 30.90 28.00 0 30.610 Pilihan 1
111 0329 Septiyan Dwiky Wardana 2011 31.00 27.00 0 30.600 Pilihan 1
112 0038 Imam Rahmadi 2011 30.80 28.00 0 30.520 Pilihan 1
113 0351 Asmaul Husna 2011 30.55 30.00 0 30.495 Pilihan 1
114 0062 Fendi Rizki Pratama 2011 30.85 27.00 0 30.465 Pilihan 1
115 0007 Haris Dwiyanto 2011 30.50 30.00 0 30.450 Pilihan 1
116 0118 Prima Dewi Kusuma 2011 30.45 30.00 0 30.405 Pilihan 1
117 0101 Wulandari 2011 30.55 29.00 0 30.395 Pilihan 1
118 0290 Feti Rahayu Ningsih 2011 30.65 28.00 0 30.385 Pilihan 1
119 0356 Ido Pradica Sari 2011 30.65 28.00 0 30.385 Pilihan 1
120 0205 Bayu Asmara 2011 30.40 30.00 0 30.360 Pilihan 1
121 0008 Paryadi Wahyu Aji 2011 30.90 25.00 0 30.310 Pilihan 1
122 0074 Borhan Thohari 2011 30.30 30.00 0 30.270 Pilihan 1
123 0258 Anang Eka Prasetiyo 2011 30.50 28.00 0 30.250 Pilihan 1
124 0156 Ravijey Firmanda 2011 30.25 30.00 0 30.225 Pilihan 1
125 0225 Wikan Ratnawati 2011 30.10 30.00 0 30.090 Pilihan 1
126 0335 Andi Nur Fuad 2011 31.15 20.00 0 30.035 Pilihan 1
127 0006 Setiawan Rian Pratama 2011 30.66 24.00 0 29.994 Pilihan 1
128 0132 Fransiska Ayudyhia Martasari 2011 30.30 27.00 0 29.970 Pilihan 1
129 0293 Edi Prayitno 2011 29.95 30.00 0 29.955 Pilihan 1
130 0046 Zeny Susanti 2011 29.90 30.00 0 29.910 Pilihan 1
131 0320 Anang Syaifudin 2011 29.85 30.00 0 29.865 Pilihan 1
132 0110 Ivan Pratama 2011 29.80 30.00 0 29.820 Pilihan 1
133 0165 Liza Norasikin 2011 29.90 29.00 0 29.810 Pilihan 1
134 0331 Mohammad Rofiqi 2011 30.90 19.00 0 29.710 Pilihan 1
135 0420 Galuh Wigo Martan Tilandro 2011 29.90 28.00 0 29.710 Pilihan 1
136 0189 Dewi Suryani 2011 29.90 28.00 0 29.710 Pilihan 1
137 0260 Purwo Fauzan Rusadi 2011 29.85 28.00 0 29.665 Pilihan 1
138 0103 Yogi Gusstaf Ferdiansyah 2011 30.10 25.00 0 29.590 Pilihan 1
139 0294 Arif Kurniawan 2011 29.45 29.00 0 29.405 Pilihan 1
140 0349 Alifin Namash Mahmud 2011 29.45 28.00 0 29.305 Pilihan 1
141 0001 Novasya Rahayu Putri 2011 28.15 29.00 1 29.235 Pilihan 1
142 0096 Asih Dwi Anggraini 2011 29.10 29.00 0 29.090 Pilihan 1
143 0406 Mira Anjar Oktaviani 2011 28.95 30.00 0 29.055 Pilihan 1
144 0410 Widya Eka Sawitri 2011 28.95 30.00 0 29.055 Pilihan 1
145 0121 Dikcie Aditya Bimantara 2011 28.95 30.00 0 29.055 Pilihan 1
146 0144 Asep Ristanto 2011 28.85 30.00 0 28.965 Pilihan 1
147 0283 Ani Savitri 2011 28.85 30.00 0 28.965 Pilihan 1
148 0421 Sigit Riyan Prasetya 2011 29.25 26.00 0 28.925 Pilihan 1
149 0186 Lilik Priyadi 2010 28.90 28.00 0 28.810 Pilihan 1
150 0003 Tri Suhartini 2011 28.60 30.00 0 28.740 Pilihan 1
151 0401 Zety Eka Wulansari 2011 28.45 30.00 0 28.605 Pilihan 1
152 0355 Singgih Sundoro 2011 28.40 30.00 0 28.560 Pilihan 1
153 0149 Retno Diyah Puspitasari 2011 28.50 29.00 0 28.550 Pilihan 1
154 0305 Nenci Ferawati 2011 28.30 30.00 0 28.470 Pilihan 1
155 0374 Fadhilah Ardi Laksmana 2011 28.25 30.00 0 28.425 Pilihan 1
156 0191 Fiter Bayu Tri Prakoso 2011 28.45 28.00 0 28.405 Pilihan 1
157 0087 Jeni Saputra 2011 28.50 26.00 0 28.250 Pilihan 1
158 0177 Ria Aggraeni 2011 28.00 30.00 0 28.200 Pilihan 1
159 0106 Shifa Jannan Ridho Fathim 2011 27.95 30.00 0 28.155 Pilihan 1
160 0459 Ginanjar Irfan Setyawan 2011 27.85 30.00 0 28.065 Pilihan 1
161 0299 Alif A'raafiq 2011 27.85 30.00 0 28.065 Pilihan 1
162 0255 Muhammad Nurul Miftah Syahraya 2011 28.05 28.00 0 28.045 Pilihan 1
163 0027 Rinda Ratnawati 2011 27.80 30.00 0 28.020 Pilihan 1
164 0140 Dana Riza Putranto 2011 27.80 30.00 0 28.020 Pilihan 1
165 0269 Adhitya Nugroho 2011 28.55 23.00 0 27.995 Pilihan 1
166 0093 Agung Prasetyo 2011 28.05 25.00 0 27.745 Pilihan 1
167 0458 Ginanjar Arief Setyabudi 2011 27.45 30.00 0 27.705 Pilihan 1
168 0427 Fu'ad Hasan Asshidiq 2011 28.00 25.00 0 27.700 Pilihan 1
169 0321 Zefri Andrianto 2011 27.55 29.00 0 27.695 Pilihan 1
170 0123 Agung Kurniawan 2011 27.30 29.00 0 27.470 Pilihan 1
171 0229 Amik Anugrah Pradhana 2011 27.40 28.00 0 27.460 Pilihan 1
172 0362 Qusnun Khairuddin 2011 27.15 30.00 0 27.435 Pilihan 1
173 0058 Yunia Survianti 2011 26.95 30.00 0 27.255 Pilihan 1
174 0338 Eli Murdani 2011 26.90 30.00 0 27.210 Pilihan 1
175 0193 Danang Arga Dinata 2011 27.40 25.00 0 27.160 Pilihan 1
176 0247 Deni Eko Laksono 2011 27.10 27.00 0 27.090 Pilihan 1
177 0325 Beni Tri Setiawan 2011 26.75 29.00 0 26.975 Pilihan 1
178 0122 Dedy Herwin Harya Putra 2011 26.85 28.00 0 26.965 Pilihan 1
179 0125 Fitri Nur Afriani 2011 26.60 30.00 0 26.940 Pilihan 1
180 0411 Tutor Yulianto 2011 26.85 26.00 0 26.765 Pilihan 1
181 0417 Satrio Aji Ariwijaya 2011 26.50 29.00 0 26.750 Pilihan 1
182 0452 Agung Prayitno 2011 26.50 28.00 0 26.650 Pilihan 1
183 0065 Renita Melyani 2011 26.20 30.00 0 26.580 Pilihan 1
184 0136 Yulian Dwi Saputri 2011 26.15 30.00 0 26.535 Pilihan 1
185 0275 Dimas Yoga Yana Putra 2011 26.65 24.00 0 26.385 Pilihan 1
186 0286 Endra Priyadi 2011 25.95 30.00 0 26.355 Pilihan 1
187 0281 Susi Diansari 2011 26.05 29.00 0 26.345 Pilihan 1
188 0108 Arin Widyanti 2011 26.00 29.00 0 26.300 Pilihan 1
189 0134 Mahenda Aidin 2011 26.00 28.00 0 26.200 Pilihan 1
190 0285 Nusa Ardinata 2011 25.75 30.00 0 26.175 Pilihan 1
191 0239 Edy Wicaksono 2011 25.55 30.00 0 25.995 Pilihan 1
192 0206 Miya Setiyaningsih 2011 25.50 30.00 0 25.950 Pilihan 1
193 0312 Dani Ramadhan 2011 25.50 30.00 0 25.950 Pilihan 1
194 0236 Handika Mariko 2011 25.45 30.00 0 25.905 Pilihan 1
195 0115 Fendy Dwi Saputro 2011 26.10 24.00 0 25.890 Pilihan 1
196 0124 Triana Musrifa 2011 25.75 26.00 0 25.775 Pilihan 1
197 0291 Ardi Tri Asmoro 2011 25.35 29.00 0 25.715 Pilihan 1
198 0423 Agus Kurniawan 2011 25.40 28.00 0 25.660 Pilihan 1
199 0060 Ana Nurin Khomariyah 2011 25.15 29.00 0 25.535 Pilihan 1
200 0158 Bayu Erwana 2011 25.25 28.00 0 25.525 Pilihan 1
201 0386 Muhammad Abdillah Taufik R    2011 25.20 27.00 0 25.380 Pilihan 1
202 0045 Septika Murisdiana 2011 24.80 29.00 0 25.220 Pilihan 1
203 0180 Slamet Arianto 2010 25.05 26.00 0 25.145 Pilihan 1
204 0271 Supriadi 2011 24.45 30.00 0 25.005 Pilihan 1
205 0070 Laras Purwitasari 2011 24.05 30.00 0 24.645 Pilihan 1
206 0048 Rino Rahman 2011 24.15 28.00 0 24.535 Pilihan 1
207 0159 Rina Nofitasari 2011 24.10 28.00 0 24.490 Pilihan 1
208 0013 Tri Wahyudiono 2011 24.20 27.00 0 24.480 Pilihan 1
209 0448 Endah Widyaningsih 2011 23.85 29.00 0 24.365 Pilihan 1
210 0289 Desi Nur Ratnawati 2011 23.85 28.00 0 24.265 Pilihan 1
211 0342 Diana Nurcahyani 2011 23.25 30.00 0 23.925 Pilihan 1
212 0261 Novem Dwi Putra Kurniawan 2011 23.20 30.00 0 23.880 Pilihan 1
213 0230 Hendra Febrianto 2011 23.95 22.00 0 23.755 Pilihan 1
214 0061 Wahyu Tri Prasetyo 2011 24.50 17.00 0 23.750 Pilihan 1
215 0044 Sugeng Priyatmoko 2011 23.25 28.00 0 23.725 Pilihan 1
216 0051 Soni Ardiatma 2011 22.75 30.00 0 23.475 Pilihan 1
217 0067 Ahmad Nur Prabowo 2011 22.85 29.00 0 23.465 Pilihan 1
218 0080 Ragil Aditya Utama Bahtiar 2011 22.40 30.00 0 23.160 Pilihan 1
219 0248 Very Eka Efendi 2011 22.35 29.00 0 23.015 Pilihan 1
220 0217 Agung Diansyah Putra 2011 22.35 28.00 0 22.915 Pilihan 1
221 0170 Sigit Tri Waskitho 2011 23.55 16.00 0 22.795 Pilihan 1
222 0077 Galuh Ajeng Inggartyas 2011 21.45 27.00 0 22.005 Pilihan 1
223 0113 Asti Awalia Wulandari 2011 20.90 30.00 0 21.810 Pilihan 1     



Catatan : Saia No. 69
July 7, 2011
Posted by Ashari Riski
Powered by Blogger.

Popular Post

SMS GRATIS


- Copyright © riski ashari -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -