Showing posts with label Eropa. Show all posts

Transfer Guru ini Yakin Montolivo ke Inter

FIRENZE – Direktur Teknik Atalanta, Pierpaolo Marino beberapa tahun lalu pernah memprediksi gelandang Fiorentina, Riccardo Montolivo akan pindah dari La Viola dan prediksinya ternyata benar. Kini, dia memprediksi Montolivo akan hijrah ke Inter Milan. Benarkah prediksinya kali ini?

Padahal, gelandang alumni akademi Atalanta tersebut sangat diminati juga oleh AC Milan dan Juventus.

“Sudah dua tahun sejak saya katakan bahwa dia akan tinggalkan Fiorentina. Dan saya terus percaya dia akan pergi ke Inter. Surat kabar mungkin akan berkata berbeda tapi saya pikir pada akhirnya dia akan bergabung dengan Nerazzurri,” kata Marino seperti dikutip Football-Italia, Rabu (14/12/2011).

Marino tentu tidak asal bicara mengingat dia dikenal sebagai spesialis transfer. Sebelum bergabung dengan Atalanta musim ini, Marino merupakan Direktur Udinese dan dialah orang yang menemukan bakat-bakat Alexis Sanchez, Gokhan Inler, dan Samir Handanovic.

Selama 18 bulan terakhir ini Montolivo memang santer dikaitkan dengan klub lain tapi dia menolak untuk pindah. Kontrak gelandang tim nasional Italia berusia 26 tahun ini sendiri habis akhir musim ini.






sumber
December 14, 2011
Posted by Ashari Riski

Justin Bieber Pukau Torres dan lampard

LONDON - Chelsea tampaknya kedatangan "bintang muda baru". Bintang pop remaja, Justin Bieber, berhasil memukau dua pesepak bola Chelsea, Torres dan Frank Lampard.

Keahliannya mengolah bola membuat dua bintang sepak bola itu takjub dengan kemampuannya menggiring bola. Dengan berkonstum Chelsea, Bieber juga menunjukkan keahlian free style mengolah bola.

The Sun mencatat pemain "The Blues" mengundang penyanyi berusia 17 tahun ini untuk melakukan tur di Stamford Bridge, bulan lalu. Mereka pun melakoni permainan singkat bersama.

Mengejutkan, Bieber berhasil menyarangkan bola di gawang yang waktu itu dijaga oleh Lampard. Keberhasilannya ini menuai pujian dari Lampard dan Torres sepanjang tur kamar ganti VIP setelah permainan di lapangan selesai.

Bieber sangat tertarik dengan sepak bola. Awal tahun ini, dia juga telah memperoleh kesempatan yang sama ke Barcelona pada awal 2011.




Posted by Ashari Riski

GAMELLAGGIO LAZIO-INTER DAN RIVALITAS LAZIO-ROMA

Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis

Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”

Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama?
Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu. Takdir Mulai Saat Kelahiran SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908. Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota. Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia. Gamellaggio Lazio-Inter Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.

Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter: Nasib Tragis Zaccheroni,
5 Mei 2002 Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa
 
Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.
Stadion Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 15 November 2007 Empat hari sebelumnya, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano, menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda sehari pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.


Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010, Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah. Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto. Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!" Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya. Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar.


Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.  

 Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia? Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival. 


(Dari berbagai sumber: Forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).
September 6, 2011
Posted by Ashari Riski

City Mundur, MU Terdepan Gaet Sneijder?

k2-kotakita.blogspot.com
Manchester - Pelatih Manchester City Roberto Mancini membantah kabar bahwa klubnya tengah mengincar gelandang Inter Milan Wesley Sneijder.

Menurut La Gazzetta dello Sport, City dan Inter telah mencapai kesepakatan soal nilai transfer Sneijder sebesar 36 juta euro (Rp 442 miliar) dengan gaji enam juta euro untuk satu musim.
“Tidak,” sahut Mancini tegas kepada Sky Sports usai kekalahan 3-2 dari Manchester United di lag Community Shield. “Dia adalah pemain Inter Milan. Kami tak pernah berbicara mengenainya.”
Jika ini benar, maka Manchester United akan menjadi kandidat tunggal klub baru Sneijder, yang tampak terpukul atas kekalahan dari Milan di Piala Super Italia di Beijing Sabtu lalu.
Inter sendiri tak membantah rumor penjualan Sneijder, seperti diucap direktur Marco Branca, “Inter tidak akan menahan siapapun yang memang tidak ingin lagi di sini, kami juga tidak akan menjual siapapun yang masih bahagia di sini.”
Gelandang timnas Belanda itu mengakui masa depannya di Inter belum dipastikan karena Inter sedang membutuhkan dana. Ia berharap, semuanya bisa menjadi jelas usai laga timnas Belanda melawan Inggris Rabu nanti.



INILAH.COM
August 8, 2011
Posted by Ashari Riski

Scholes Ternyata Fans Berat Sneijder



INILAH.COM, Manchester - Mantan gelandang Manchester United Paul Scholes mengakui dirinya sangat berharap Wesley Sneider bisa menggantikannya sebagai gelandang jangkar Setan Merah.


Gelandang berkebangsaan Inggris itu memutuskan untuk gantung sepatu akhir musim ini. faktor usia yang sudah ttak muda lagi dipandang sebagai alasan utama dibalik keputusannya itu.

Scholes berharap MU bisa merealisasikan keinginan untuk mendapatkan gelandang Inter Milan Wesley Sneijder. Menurutnya, pemain berdarah Belanda itu adalah pemain yang sangat cocok menggantikan posisinya di MU.
Mantan gelandang klub gurem Oldham Athletic itu juga mengaku sangat mengidolai gaya bermain yang dimiliki Sneijder.

“Sneijder sangat brilian. Dia sangat brilian dalam semusim belakangan baik bersama Inter maupun timnas Belanda,” akunya pada Sunsports.

“Saya tidak yakin dia akan mengalami kegagalan seperti saat masih memperkuat Real Madrid. Dia adalah pemain kelas atas,” tambahnya.
“Saya yakin pasti banyak klub yang berlomba-lomba memburunya jika dia tidak terikat kontrak dengan Inter Milan,” pungkasnya.

Dalam keterangan pers terakhirnya, Sneijder telah dengan gamblang mengisyaratkan dirinya sangat ingin menjadi penghuni baru Stadion Old Trafford.[yob]
August 3, 2011
Posted by Ashari Riski

Ratusan Interisti Keroyok Seorang Milanisti



BEIJING, KOMPAS.com Jelang pertandingan Piala Super Italia yang mempertemukan AC Milan dengan Inter Milan di Beijing, China, Sabtu (6/8/2011), suasana mulai memanas di antara pendukung kedua tim. Dilaporkan, seorang pendukung Milan (Milanisti) dikeroyok oleh ratusan pendukung Inter (Interisti) saat kedua tim melakukan sesi latihan.
Insiden itu terekam dalam dua foto yang dipublikasikan situs Caughtoffside. Di foto pertama, ratusan Interisti terlihat mengeroyok seorang pendukung yang mengenakan baju merah-hitam, seragam kebesaran Milan. Dua petugas keamanan berusaha mencegah aksi anarki tersebut. Di sini lain, beberapa di antara pendukung Interisti tampak cuek dengan memilih untuk mengabadikan momen itu.
Petugas keamanan tampak tak kuasa meredam aksi anarki Interisti. Seperti yang tergambar di foto kedua, beberapa Interisti berhasil melucuti kaus sang korban. Tak disebutkan secara jelas asal-muasal insiden tersebut dan kondisi sang korban. (CO)
Posted by Ashari Riski

Jelang Piala Super Italia , Eto'o Menuju Rekor


Milan - Penyerang Inter Milan, Samuel Eto'o berpeluang mencetak rekor gol baru di Piala Super Italia. Dengan mencetak satu gol akan cukup menjadikan dia sebagai top skorer di ajang tersebut.

Gelaran itu akan jadi kesempatan ketiga Eto'o tampil di duel antara peraih Scudetto dengan juara Coppa Italia tersebut. Sejauh ini penyerang internasional Kamerun itu sudah mengoleksi tiga gol.

Satu gol diukir Eto'o di penampilan perdananya tahun 2009 tapi ia gagal membawa La Beneamata berjaya lantaran kalah dari Lazio 1-2. Setahun berikutnya, pebola berusia 30 tahun ini dua kali menjebol gawang AS Roma untuk memenangkan timnya dengan skor 3-1.

Seperti dicatat statistik Opta Paolo, jika Eto'o sukses mencetak satu gol saja saat melawan AC Milan, Sabtu (6/8/2011), maka dia akan menjadi pencetak gol terbanyak Piala Super Italia.

Mantan Barcelona itu akan mengalahkan jumlah gol terbanyak yang diukir mantan striker Milan, Andriy Shevchenko dengan tiga gol. Gol-gol Sheva tersebut dicetaknya sekaligus dalam satu partai ketika tampil melawan Lazio, tujuh tahun silam.

Well, mampukah Eto'o mengukir rekor tersebut? Kita saksikan saja.


detiksport.com
Posted by Ashari Riski

Alvarez Berharap Tandai Debut dengan Manis


BEIJING - Pemain anyar Inter Milan Ricky Alvarez menyambut antusias duel derby della Madonnina kontra AC Milan di Piala Super Italia, akhir pekan ini. Playmaker muda Argentina ini berharap dirinya mendapat kepercayaan pelatih Gian Piero Gasperini untuk memainkan debut.

Sejak bergabung dengan Inter di akhir musim, Alvarez memang telah memainkan sejumlah laga pra-musim. Namun, pemain kidal 23 tahun ini belum pernah bermain di ajang resmi. Nah, di laga kontra Milan inilah Alvarez berharap bisa memainkan debut dan menandainya dengan hasil maksimal buat Nerazzurri.

“Ini akan menjadi pencapaian yang sangat penting bagi saya, bisa bermain untuk Inter (lawan Milan). Mewakili klub di China juga menjadi kehormatan buat saya,” ujar Alvarez sebagaimana dikutip Football-Italia, Rabu (3/8/2011).

“Saya berharap, Inter bisa melakukan yang terbaik di Piala Super nanti. Faktanya, saya yakin rekan setim dan saya akan melakukan segalanya untuk meraih sukses di sini,” sambungnya.

Meski sangat berharap diberi kesempatan memainkan debut, Alvarez menyerahkan semuanya kepada sang pelatih dalam menentukan komposisi pemain. Namun yang pasti, mantan pilar Velez Sarsfield ini siap memberikan yang terbaik, terlepas strategi apapun yang akan diterapkan Gasperini.

“Saya selalu siap sedia untuk membantu pelatih dan tim kapanpun mereka memanggil saya,” pungkas playmaker yang disebut-sebut memiliki gaya permainan mirip dengan mantan ikon AC Milan, Ricardo Kaka.

Dalam laga derby yang akan dimainkan di Bird Nest Stadium, Beijing-China, Sabtu (6/8/2011) malam WIB nanti, Gasperini kabarnya akan menurunkan skema andalannya 3-4-3 dengan trio Samuel Eto’o, Giampaolo Pazzini dan Alvarez di lini depan. Sementara itu, Wesley Sneijder yang tengah santer diisukan bakal merapat ke Manchester United juga akan dimainkan di laga ini. (acf)

Okezone.com
Posted by Ashari Riski

Kapar "Kabar Pasar" (Internazionale News)

Berikut daftar pemain yang resmi di rekrut Internazionale Milan , hingga 5 Juli 2011 

1. Luc Castaignos (Striker, 19)
2. Rodrigo Alborno (Winger, 18)
3. Yuto Nagatomo (Wingback, 24)
5. Jonathan Cicero Morriera (Wingback, 24)
6. Ricardo Alvarez (Playmaker, 23)                                                                                                                               
              
6. Emiliano Viviano (Kiper, 25)                                                                                                                                
 
July 5, 2011
Posted by Ashari Riski
Tag :
Powered by Blogger.

Popular Post

SMS GRATIS


- Copyright © riski ashari -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -